Untungnya aku belum sempat meminum air mineral tadi, karena kalau sampai iya, yang ada adegan tersedak yang dulu pernah kualami saat dengan Gerard bisa terulang lagi. Aku masih menatap Andaru yang kini justru tengah terkekeh pelan. Dia pasti bercanda dengan ucapannya barusan, atau paling-paling, aku yang salah dengar. “Ngo-ngomong apaan, sih?” ucapku asal. “Gue serius, Dis.” “Serius apaan?” tanyaku asal, sembari berusaha menghindari tatapan Andaru. “Gue ini lagi nembak lo, Ladis. Peka dikit, dong!” ucapnya, masih dengan nada santai yang sama. Untuk sejenak aku terpaku menatap mata Andaru yang begitu dalam dan tajam. Sepertinya dia sungguh-sungguh kali ini, tapi kalau boleh jujur aku malah sama sekali tidak tahu harus berbuat apa. Mendadak isi kepalaku kosong. Rasanya semua u*****

