Tersedak

1067 Kata

Setelah membuatku tersedak air mineral, yang dilakukan Gerard sejak dua menit lalu hanya tertawa macam orang kesurupan. Sesekali Gerard menepuk punggungku, sisanya dia lakukan sambil tertawa. Bisa-bisanya dia tertawa begitu sementara aku hampir mati. Lagi pula, omong kosong apa yang barusan dia katakan itu? Gerard benar-benar sudah tidak waras. “Lo udah nggak apa-apa, kan?” tanyanya, masih sembari tertawa. “Nggak papa kepala lo! Gue keselek, hampir mati lo malah ketawa! Gila, ya?!” jawabku sewot. “Iya, maaf, deh.” “Udahlah, males gue sama lo!” kataku lagi. “Mending lo pergi deh.” “Gue ini kakak kelas lo, sopan sedikit dong.” Aku hanya mendecak pelan mendengar ucapan terakhir Gerard. Apa-apaan dia, seenaknya saja menyuruhku berperilaku sopan sama manusia titisan gorila seperti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN