Angin sepoi-sepoi dan tidak adanya perbincangan di antara kami membuat aku jadi merasa mengantuk. Aku kemudian menyandarkan kepalaku di pundaknya. Menatap ke arah kebun teh di sebelah kami. “Lo pernah pacaran berapa kali, Ndra?” tanyaku kemudian. Selama ini yang kami bahas biasanya hanya soal aku. Kadang kalau soal Indra, lebih banyak tentang pekerjaannya karena aku penasaran soal itu. “Sekali.” “Wow. Berapa lama?” “Udah sebelas hari berarti ya. Dari tanggal 16 Januari.” Aku diam berpikir kemudian langsung menegakkan kembali kepalaku dan menatapnya. “Maksudnya selain sama gue?” tanyaku kemudian. “Nggak ada.” “Hah! Seriusan?” “Iya. Lo satu-satunya pacar gue.” Aku memutar bola mataku malas. “Eleh. Yakali modelan lo nggak ada pacar. Gebetan, gebetan? Pasti banyak. Fans lo aja ban

