Chapter 79 Pembalasan

1167 Kata

Aku menangis begitu tiba di ruangannya Indra. Padahal tadi aku sudah sangat emosi dan ingin mengatakan jauh lebih banyak dari itu. Aku ingin menuntut penjelasan mereka, bahkan berharap setidaknya mereka meminta maaf atas apa yang telah dilakukan. Hanya saja entah kenapa aku tidak bisa mengeluarkan semua unek-unekku. Bahkan meski aku sangat ingin menampar Meri maupun Ilham, rasanya tidak bisa. Indra langsung memelukku. “Tenang sayang. Aku disini,” ujarnya. Perasaanku jadi sedikit membaik karena Indra. Hanya saja bahkan meski sekarang aku sudah punya suami seperti Indra, tetap saja aku masih belum bisa terima kenapa Meri dan Ilham sebegitunya. Maksudku adalah, padahal kami dulu bareng-bareng loh. Bersama-sama dan berbagi tawa. Kenapa mereka jadi berubah drastis seperti ini. Aku memang leb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN