Aku hanya diam melihat deretan pesan yang muncul di ponselku. Pesan-pesan sampah yang dikirim Meri. Aku diamkan saja. Dengan tenang aku minum matcha hangat yang dibuatkan oleh OB di kantornya Indra ini. Sambil menunggu kedatangan duopeng itu. Aku pantau mereka lewat CCTV. Sebentar lagi akan aku akhiri dan aku harap setelah ini mereka tidak menggangguku lagi. “Nah akhirnya datang,” ucapku saat melihat mereka. Aku letakkan cangkir yang sejak tadi ku genggam di atas meja. Setelah itu aku melangkah keluar dari ruangannya Indra. Mita berada tepat di depan pintu, sepertinya ingin ke ruangan untuk memberitahuku soal kedatangan duopeng. “Mereka sudah datang, Mbak.” Aku menganggukkan kepala. Bersama Mita aku masuk ke lift. Bergegas menuju ruangan itu. Tempat rapat diadakan. “Ini Mbak V

