Sudah satu minggu lamanya aku cukup sibuk menyiapkan proyek sesuai permintaan Pak Agung. Wah meski melelahkan tapi menyenangkan. Kabar baiknya semua orang yang aku ajak untuk bergabung kembali, mereka mau. Aku tidak memaksa mereka apalagi saat tahu mereka itu sudah punya pekerjaan di tempat lain. Hanya saja mereka semua langsung resign begitu aku memberi tawaran. Entah bagaimana mereka bisa resign secepat itu, yang jelas aku merasa berterima kasih karena mereka masih percaya padaku. Kabar baiknya juga agensiku sudah langsung punya kantor. Ini berkat Indra tentu saja. Ya ampun dia investor utama dalam agensi ini, juga dalam hidupku sih. Semua pakai uangnya dia. “Mbak Vira dijemput ya?” tanya Eca saat kami sama-sama tiba di lobi. Aku menganggukkan kepala. “Dijemput Pak Nanang. Kamu pula

