Aku seketika gelagapan karena ditangkap basah sedang menatap Indra. Rasanya seperti ditangkap basah mencuri. “Idih,” ucapku. Kembali fokus menghias. Kondisi kembali hening. Aku benar-benar tidak sabar menghias dengan krim ini selesai, karena tahap selanjutnya menjadi lebih seru yaitu menghias dengan mesis, dan perintilan kecil lainnya. Yang jelas bisa dimakan. Kami saling diam hingga tidak terasa selesai sudah menghiasnya. “Abis ini main yuk?” ajak Indra. Aku sudah punya rencana sendiri. Aku mau memberikan cupcake ini lalu main sepuasnya bersama Alya dan Arya nanti sore. Soalnya juga tidak ada kelas golf. Main apapun itu yang Indra maksud, aku menolaknya. “Enggak. Gue mau balik kost terus tidur.” “Tidur?” “Iyalah. Istirahat. Capek tau.” “Gue yang abis dari luar negeri. Nggak

