Chapter 48 Good Night

1229 Kata

Sudah dua jam sejak aku merebahkan diri di kamar ini. Aku sudah ganti baju tidur juga, Anjas belum ada tanda-tanda kembali. Aku memegangi perut yang terasa sakit. Awalnya aku kira karena aku kelaparan dan asam lambung mulai naik. Akan tetapi ini rasa sakit pertanda aku akan haid. Aku berusaha mengatasinya sejak tadi. “Mereka ngobrolin apa ya?” tanyaku penasaran. Aku kemudian memeriksa ponsel dan mengirim pesan pada Anjas. Bertanya padanya terkait obrolan mereka. Pandanganku kemudian tertuju pada cincin di jemariku. Aku langsung bangun terduduk ketika ingat sesuatu. “Nanti kalo lamaran gitu, sekalian tunangan nggak sih? Tuker cincin? Cincinnya gimana?” tanyaku pada diri sendiri. Ya ampun rasanya persiapan mepet sekali. Aku pun mengambil ponsel dan keluar dari kamar. Saat di koridor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN