Pagi hari aku awali dengan membeli sarapan di warteg depan kost. Sebenarnya ada makanan catering namun aku sedang rindu ingin makan warteg. Pokoknya kalau sedang haid itu benar-benar mengubah selera makanku. Saat membuka gerbang, aku dikejutkan oleh keberadaan Ilham. Mataku membulat melihatnya. Ngapain dia pagi-pagi disini? “Vira. Gue mau ngomong,” ujarnya. Aku sungguh merasa tidak tertarik. Langsung saja aku berbalik hendak masuk lagi ke dalam gerbang namun tangannya berhasil mencekal tanganku. Oh astaga. Pagi hari ini bahkan terlalu cerah tapi bisa-bisanya aku malah bertemu Ilham j*****m ini. “Apaan sih?” tanyaku merasa risih. Berusaha menarik tanganku darinya namun tidak bisa. Tanganku bahkan terasa sakit dicengkram dengan kuat. “Gue masih sayang sama lo,” ucap Ilham. Ya ampun a

