Siapa sangka Ivan akan meminta aku untuk menemaninya membeli kado untuk sang kekasih. Katanya dia bingung harus memberikan kado apa. Sedangkan aku sendiri juga bingung. Sebab aku tidak kenal pacarnya Ivan jadi ya aku tidak bisa menerka kira-kira hadiah seperti yang akan ia suka. Berhubung Ivan meminta tolong jadi aku tidak enak menolaknya. Itu sebabnya sore ini, Ivan menjemputku di kost. By the way aneh rasanya melihat mobil lain yang berhenti depan kost ku. Biasanya Fortuner gantengnya si Indra. Ngomong-ngomong ini sudah tanggal sebelas. Artinya sudah enam hari sejak aku tidak bertemu Indra. Rasanya rindu. Ditambah komunikasi kami hanya sebatas melalui pesan karena Indra yang sibuk. Begitu aku menutup pintu gerbang kost, Ivan menghampiriku. Dia sampai keluar mobil segala. “Yuk, Van.

