Tiga hari setelah hari kondangan itu, aku tidak bertemu Indra. Dia sibuk bekerja dan aku sibuk menjalani aktivitas yang itu-itu saja. Sekarang di tanggal 24, aku harus pergi ke apartemennya untuk hari penghakiman. Alias evaluasi. Indra tidak bisa menjemput karena katanya dia ada pekerjaan. Jadi yang diutusnya untuk menjemput adalah supirnya. Padahal aku sudah bilang tidak apa-apa aku pergi naik ojek online saja. Toh juga pakai uangnya dia. Maksudku biar tidak perlu repot gitu loh. Begitu keluar dari gerbang kost, mobil dengan plat cantik itu sudah ada. Tidak lama kemudian sang supir keluar dan tebakanku benar kalau yang menjemputku adalah bapak yang menghampiri di mall waktu itu. “Mbak. Kenalin saya Nanang. Diminta sama Mas Indra buat jemput Mbak Vira.” Aku tersenyum kemudian menyalami

