Tiba di kost jam delapan malam, aku mandi dan langsung menuju dapur untuk menghangatkan makanan yang diberikan oleh Bu Sandra. Lumayan untuk makan malam. Rasanya enak dan beliau memberikan banyak sekali untukku. Astaga kalau teringat makan tadi siang, perutku rasanya masih begah tapi semuanya enak. Selesai menghangatkannya di dapur, aku kembali ke kamar. Bersiap untuk menyantap masakan mamanya Indra itu. Meskipun dihangatkan begini, pasti rasanya tetap enak kan? Setelah meletakkan piring di atas meja, aku mengambil ponsel. Cukup terkejut karena dapat pesan beruntun dari Anjas. Adikku yang tampan itu. Dia mengajak untuk teleponan karena sedang free. Langsung saja aku video call dia. Tidak butuh waktu lama, panggilan videoku ditolak. “Hah? Ditolak? Yang bener?” Baru saja aku ingin menel

