Andreas Andriano telah mengganti pakaian. Pria tampan itu terlihat segar karena telah selesai mandi. Dia tersenyum menatap pantulan bayangan di depan cermin. “Clara, aku akan membuat kamu terbiasa dengan kehadiranku sehingga menimbulkan rasa rindu.” Andreas tersenyum dan bersiap untuk keluar dari ruang istirahatnya. “Tuan, apa Anda mau pergi?” tanya Jhonatan. “Hm, bagaimana keadaan clubb?” tanya Andreas duduk di sofa. Dia merapikan jas. “Anda tidak perlu khawatir. Saya akan menangani semuanya.” Jhonatan tersenyum. “Kamu tersenyum.” Andreas menatap Jhonatan. “Apa?” Jhonatan membungkuk. “Hah, apa kamu tidak mau mengambil libur?” Andreas memperhatkan Jhonatan. “Saya tidak butuh itu, Tuan,” ucap Jhonatan. “Jho, apa kamu tidak pernah jatuh cinta?” Andreas menat

