Clara memperhatikan Andreas yang berkemas. Pria itu terlihat akan pergi dari ruangan perawatan. Mata biru yang indah tanpa sadar terus menatap wajah tampan dengan tubuh sempurna yang sudah dibaluti setelan jas rapi dengan dasi panjang. “Kenapa?” tanya Andreas menyadari dirinya jadi pusat perhatian Clara. “Mau pergi?” Clara balik bertanya. “Ya, hari ini ada rapat penting. Apa aku boleh pergi sebentar?” tanya Andreas mendekati Clara yang duduk di atas tempat tidur. “Pergi lama juga tidak masalah,” jawab Clara mengalihkan pandangan. “Bibir dan hati kamu berkata lain.” Andreas mencium pipi Clara. “Hah. Apa kamu bisa melihat hatiku?’ Clara tersenyum sinis. “Mulut bisa berbohong, tetapi mata bisa menggambarkan segalanya begitu juga dengan perasaan di dalam hati.” Andr

