"Jangan asal bicara, Pak Min!" seru Reswara sambil merapikan rambutnya. "Saya serius, Res. Saya mau melamar kamu dan bila perlu, besok pagi kita menikah," sanggah Mintaka serius. "Kenapa?" tanya Reswara ambigu. "Kenapa apanya? Saya ingin melamar dan menikah dengan kamu karena saya mencintai kamu," jelas Mintaka. "Cinta? Hahaha ... " Reswara menepuk tangan keras-keras sambil tertawa, "Bukankah sudah terlambat? Apa Pak Min pikir saya masih menyukai, Pak Min? Apa Pak Min pikir selama empat tahun ini saya tidak menjalin hubungan dengan pria lain demi Pak Min? Astaga, Pak Min!" Reswara kembali tertawa terbahak-bahak, tetapi sudut matanya berair. Ia tertawa, tetapi entah mengapa hatinya merasa sakit. Ia pikir, kenapa harus sekarang? Kenapa tidak sejak dulu saja sebelum adanya luka yang suli

