Rega terkejut saat pipinya di kecup oleh Vania. Warna pipinya jadi merah merona. Ia menoleh ke arah Vania yang tersenyum malu. "Aku pulang dulu ya, kamu hati-hati di jalan. Makasih untuk malam ini, aku terhibur banget!" Ucap Vania sambil masuk ke dalam mobilnya. Jangan tanya bagaimana reaksi Rega saat itu, dia masih terdiam mematung dan hanya bisa melihat kepergian Vania begitu saja. "Dia cium aku?" Gumamnya sambil memegang pipi kirinya. Rega tersipu malu, Ia mengusap wajahnya kasar, dengan bibir yang tersenyum lebar. "Gila ini gila, gue harus cepet-cepet beresin Riko. Biar gue bisa langsung nikahin Vania!" paparnya, yang langsung segera masuk ke dalam mobilnya. Rega melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Entah kenapa dia ingin mengikuti mobil Vania, Untung saja GPS ponsel V

