Malam itu juga Rega dan Vania pulang menuju rumah ke dua orang tua Vania. Selama perjalanan Rega sering memegang tangan Vania untuk menenangkannya. Perasaan Vania tidak enak, karena dia melakukan hal tidak seharusnya dengan Rega. Vania berusaha menahan air matanya, seharusnya Vania tidak merasakan sedih. Karena Rega siap bertanggung jawab pada kelakuannya. "Vania jangan nangis, Aku bakal tanggung jawab." "Iya aku tahu, tapi tetep aja aku merasa bersalah. Perceraianku juga belum selesai, dan kita sudah melakukan hal itu." "Maaf, kamu boleh marah sama aku Kamu boleh tampar aku. Tapi jangan ninggalin aku Vania," takut Rega. "Mana mungkin aku ninggalin kamu Mas, kita sudah melakukan sejauh ini!" "Sekali lagi maafkan aku Vania," ucap Rega sambil mah cium punggung tangan Vania. Akhir
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


