Ketukan di Pintu

1671 Kata

Ketukan di Pintu MOTOR Dirga berhenti depan rumah Ben. Tepat pukul delapan malam. Gerimis yang diturunkan dari langit, baru saja reda. Dirga turun dari motor lalu menuju teras. Mengetuk pintu yang tertutup. Cukup lama, ia menunggu di luar. Pemilik rumah tak juga keluar. Tadinya, Dirga hendak pergi saja, tapi terdengar dari dalam rumah, bunyi langkah kaki mendekat, pintu pun terkuak. Ben berdiri. Tubuhnya dibalut pakaian tidur, piyama biru muda bergaris-garis putih. Tampak seperti sudah siap untuk tidur menyulam mimpi. “Sudah tidur?” tanya Dirga. “Aku… sudah ganggu kamu?” Kepala Ben menggeleng. “Nggak, ko Kak Dir. Aku baru rebahan saja. Sambil denger musik di laptopku. Justru, aku belum ngantuk dan suntuk nggak ada teman.” “Di rumah… kamu sendirian?” selidik Dirga. Kepala Ben kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN