Lelaki Pemilik 37 Jin PUKUL sepuluh pagi. Telepon selular Ray berdering. Telepon dari Fadia. Ray mengangkatnya. Semalam pun, ia menerima telepon dari Nirina yang sudah tiba di rumah Bunda Dewi. Namun, Ray dan Nirina tak ngobrol lama lantaran Rayna dan Mia minta ditemani mengerjakan PR mereka dari sekolah. Ray berencana, pagi ini hendak menelepon balik pada Nirina, tapi telat, Fadia yang mendahului meneleponnya. “Ray, kamu sudah sarapan?” tanya Fadia penuh perhatian. “Sekarang kan sudah pukul sepuluh, masa aku belum sarapan Fad,” ucap Ray. “Mama aku paling gesit kalau siapin sarapan buat anak-anaknya. Apalagi kedua adikku kan pergi sekolah pagi-pagi sekali.” “Duh, padahal aku sudah menyiapkan sarapan buatmu, Ray…” ada nada sesal dalam suara Fadia mengingat Ray yang tak juga muncul dari

