Kuntilanak PERLAHAN Diah menutup pintu kamar mandi. Perlahan juga, menurunkan kaki dengan hati-hati, melewati tiga tangga yang licin kecipratan air dari dalam kamar mandi. Setelah berada depan pintu yang menghubungkan ke dalam ruangan tengah, angin berembus menyentuh kuduknya, entah datang dari mana. Dingin. Ia menengok ke arah pintu kamar mandi yang tertutup. Terdengar suara air yang mengaliri paralon bawah, padahal sudah beberapa menit ke belakang, air hendaknya sudah mengalir. Aneh, pikirnya. Namun Diah tak memikirkan itu kemudian. Ia pun melepaskan dua sandal jepitnya, kakinya diusap-usap di atas keset yang kering lalu masuk ke dalam rumah setelah sebelumnya mengunci terlebih dahulu dari dalam. Tubuhnya direbahkan di samping bayi merah yang belum sebulan lamanya ada di muka bumi. T

