Suara-suara Menakutkan

1615 Kata

Suara-suara Menakutkan MALAM kesepuluh liburan semester, Fadia sendirian di rumah Bunda Dewi. Sepi. Dingin. Entahlah, Fadia acap merasakan hawa dingin ketika malam mulai memagut. Hampir seminggu lebih berada di rumah itu. Melewati malam sebelumnya dirasa biasa saja. Tak ada hal-hal yang aneh lagi seperti sebelumnya kala pertama kali menginap. Terutama yang berhubungan dengan penampakan hantu atau sekadar suara. Terlebih malam-malam lalu, banyak orang kala malam hari. Selain pemilik rumah, Bunda Dewi dan Indah, juga ada Ray, Dani, Fian, dan Dirga yang acap menginap. Menambah semarak suasana. Menyenangkan. Mengusir rasa sepi serta menjauhkan dari rasa takut. Namun semenjak tiga malam lalu, semenjak Bunda Dewi dan Indah pergi ke Cibiru, semenjak Fadia melewati sendirian saja di dalam rumah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN