Perempuan Hamil Tua dan Hantu yang Bertandang

1958 Kata

Perempuan Hamil Tua dan Hantu yang Bertandang DIRGA menjemput Bu Sri di sekolah pukul dua belas lebih empat puluh puluh menit. Perempuan itu baru usai solat Zuhur di mushola. Ia tampak senang melihat Dirga menghampirinya. Dirga pun seperti biasa menyalami Bu Sri seraya mencium punggung tangan perempuan itu. “Kamu sudah solat Zuhur?” tanya Bu Sri. “Sudah, Bu... tadi di rumah, solat dulu terus langsung ke sini setelah Ibu menelepon.” “Belum makan siang pastinya, ya?” Dirga tak menjawab tapi tersenyum. “Ibu juga belum. Bapak pulang sore karena masih ada jadwal. Kita duluan saja ya... tapi berhenti di rumah makan Baraya, ya? Ibu pingin makan pepes ikan mas dan perkedel jagung di sana,” ucap Bu Sri lalu mengenakan helm miliknya. Tubuhnya pun mengatur posisi duduk di belakang Dirga. Dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN