Ray Tak Duduk di Kursi Malas

1960 Kata

Ray Tak Duduk di Kursi Malas KAMIS sore. Esok Jumat, libur karena tanggal merah. Ray, Dani, dan Fian sudah siap-siap hendak berangkat. Mereka sudah mengenakan jaket di tubuh masing-masing dan mengenakan helm di kepala. Tiba depan pondokan Fadia, ketiga motor itu pun berhenti. Fadia sudah menunggu depan pintu gerbang. Menggendong ransel di punggung, sebelah tangan menggamit helm berwarna hijau botol. Sejenak, Dani berdecak kagum dengan penampilan tomboy gadis itu juga wajah manis yang terpancar. Begitu sedap dipandang mata. Ingin sekali Dani membonceng Fadia, tapi ia khawatir ada prasangka dari Cika. Namun, ia pun tak rela Fadia dibonceng Ray sebab bisa memantik kecemburuannya. “Fian, bonceng Fadia, ya!” Dani berujar bukan sebatas tanya tapi lebih cendrung memerintah. Fian dengan sigap m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN