Melihat Indah dalam Bayangan “TADI Wak Dulah menelepon Mama,” kata Ratna ketika Ray baru saja tiba di rumahnya. “Dia… bicara apa, Ma?” tanya Ray lalu melepas tas ransel dari punggungnya. Sabtu pagi. Pukul sepuluh. Ia sudah janji dengan Bunda Dewi untuk kembali mencari Indah. Bunda Dewi pun tak pulang ke Cibiru akhir pekan ini dan memilih akan menemani Ray, mencari keberadaan Indah. Namun, Ray tadi menelepon Bunda Dewi, hendak pulang dulu ke rumahnya. Baru malam akan ke rumah Bunda Dewi. Ratna belum mau menjawab. Tubuhnya bergerak menuju ke dapur. Mengambil air minum. Jus jeruk dari teko plastik di atas meja makan. Lalu kembali menghampiri Ray di ruang tengah. Diberikan gelas tinggi itu pada anaknya. Lalu Ray menyeruput jus jeruk yang tak begitu dingin lantaran es batunya sudah mencari s

