35. Kembali Ke Dukun

1684 Kata

Stella perlahan membuka mata, karena rasa dingin yang merayapi kulitnya. Di sebelahnya Kent masih tertidur pulas, dengan dengkuran halusnya. Hanya mengenakan celana panjang. Stella perlahan duduk dan menyadari bahwa tubuhnya hanya tertutupi oleh bajunya sendiri dan jas milik Kallen. Rupanya Kent menyelimutinya saat dia terlelap. Perlahan Stella berusaha mengingat di mana mereka berada, yang jelas bukan di kamar tidur rumah mereka. Ini sebuah ruangan berukuran empat kali empat yang kedap suara. Sebuah ruangan yang aman dari siapapun saat mereka berdua menjerit di dalamnya. Diliriknya Kent, lalu dicubitnya pipi suaminya itu. Kent tak bergerak, masih tertidur pulas. “Hei, kita harus pulang,” ucap Stella. Namun Kent malah membalik badan dan kembali mendengkur halus. Stella mengembang senyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN