62. Selai Kacang

1633 Kata

Perawat Peter semakin prihatin dengan kondisi Peter Jenning. Lelaki itu tampak sangat sedih setelah kedatangan keempat orang kemarin, yang mengaku sebagai menantu dan cucunya. Semalaman Peter berurai air mata hingga bantalnya basah. Beberapa perawat berusaha menghiburnya di pagi hari--atas permintaan Perawat Peter. Ada yang memberi hadiah, ada yang mengajaknya bicara dan bercanda, bahkan ada juga yang mendatangkan sesama penghuni Panti yang sebayanya. Namun semua itu tak membuat tangisnya mereda bila malam. Pengurus Panti mulai kebingungan, karena Peter mulai tidak mau makan. Setiap suapan yang disodorkan perawatnya hanya membuatnya menggeleng, bahkan membungkam mulut dengan tangan. "Bila sampai besok dia tidak mau makan, kita harus menginfusnya, Mother," lapor Perawat Peter pada Kepala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN