Lima Belas Menit

1596 Kata

"Sha, di luar ada Mario tuh. Mau ke mana, sih?" Mama muncul dari balik pintu kamar yang tadinya tertutup. Matanya mengerling jahil. Aku mengulum senyum. "Jalan-jalan." "Cie yang mau malam mingguan. Have fun yah!" goda Mama. "Mama gak malam mingguan?" Aku bertanya sambil mencium tangannya. Mama tersenyum senang. "Mau dong. Papa masih mandi. Kami mau candle light dinner." Yaelah, masa aku kalah sama orang tua? Cih, nasib jomblo memang begini. "Yaudah, Varsha berangkat ya." "Jangan pulang malam-malam!" Mama berseru.  "Aye aye Mama!" Aku segera keluar dari kamar dan berlari menuju pekarangan rumah. Mario sudah menunggu di sana dengan kuda besinya. Motor matic biasa tapi aku senang jika dibonceng olehnya. Eh, naik becak dengannya pun tidak masalah sih. "Hai, sori lama." Aku menyapa deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN