Aku menunggu dengan cemas di depan ruang BK. Aku takut mereka akan mendapat sanksi. Zidan yang masih di sini hanya menghela napas jengah melihatku mondar-mandir sedari tadi. "Sha, diam dulu deh. Pusing gue lihat lo mondar-mandir kayak setrikaan," cetus Zidan. Aku berhenti bergerak lalu menatap cowok itu dengan sorot kesal. "Apa mereka akan di-skors?" "Gue gak tahu." "Lo harus tahu dong!" "Tanya aja ke google." Aku mendengus. "Gara-gara cewek kok bisa ribut begini. Lebay gak sih, Zi?" "Nggak sih. Karena cowok itu selalu ingin melindungi cewek yang dia sayang. Jadi, menurut gue, sikap Mario wajar-wajar aja," jawab Zidan. "Dia gak mau kehilangan Oliv, dan dia juga gak mau kalau lo diomongin yang jelek-jelek, Sha." Aku tertegun. "Orang-orang mungkin akan menganggap orang ketiga itu k

