Zidan Arkana

1044 Kata

Pagi harinya, mataku bengkak parah! Jadi menyesal semalam sudah menangis. Kalau sudah begini, aku jelas malu untuk pergi ke sekolah. Apa bolos saja, ya? Tapi .... "Woi—astaga! Lo monster dari gua mana?" Aku melotot pada Satria yang masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu. Cowok itu sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Sedangkan aku, masih berbalut baju tidur dan muka bantal. "Sha, lo pasti mewek lagi kan semalem?!" Satria berseru kesal. "Terus, si Zidan gak ada efek apa-apanya gitu buat elo? Padahal gue udah paksa tuh orang buat jemput lo semalam." "Eh, dia kepaksa?" "Ya, enggak juga sih. Tapi semalam pas gue telepon, dia bilangnya mau ke rumah sakit, jenguk kakaknya yang baru aja lahiran." Satria duduk di tepi kasurku. "Dan gue terus paksa-paksa dia buat samperin lo ke sana. Akhirnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN