Opsi Terbaik Tuhan

1797 Kata

   Menunggu tak pernah semengerikan ini. Semuanya terdiam dalam kepanikan dan ketakutan masing-masing. Bayang-bayang Theo yang terbaring dalam genangan darahnya sendiri masih terpatri jelas.    Untuk menurunkannya dari lantai 10 juga memerlukan waktu yang tak sebentar. Mengingat lift yang berada di gedung tua itu tak berfungsi. Tim medis sudah berusaha melakukan segalanya secepat mungkin.     Isakan sesekali terdengar. Dari Namira yang paling sering. Gadis itu masih belum bisa tenang. Ia duduk bersimpuh di atas dinginnya lantai di depan UGD, ditemani Bu Alila dan Yas di kanan dan kirinya, berusaha menenangkannya meskipun mereka sendiri kesulitan menghadapi situasi yang terjadi.     Dokter menyarankan agar Namira menjalani perawatan untuk keterguncangan yang ia alami. Namun Namira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN