Target yang Salah

1212 Kata

   "Nami ...." Nada bicara Yonas melembut.     "Apa yang akan kamu lakuin, ha?" Berbanding terbalik dengan nada bicara Yonas. Intonasi Namira justru meninggi.     Ia sama sekali tak dapat menahan emosi lagi. Akumulasi rasa lelah setelah menaiki ratusan anak tangga. Setelah sampai tujuan ia malah disuguhi adegan seperti ini. Pemuda yang ia cintai setengah mati, dipegangi oleh tiga pemuda tak jelas, dan akan ditusuk oleh sang sahabat. Ralat, mantan sahabat.     "Nami ... kali ini aja. Tolong jangan ikut campur urusan kami. Oke?"     "Gimana bisa aku nggak ikut campur? Sementara kamu akan menyakiti orang yang aku sayang."     Emosi Yonas kembali tersulut. Namun ia tahan mati-matian.     Namira memberanikan diri untuk mendekat. Tak peduli dengan fakta bahwa saat ini seluruh tubuhn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN