Rumah Arion kini ramai dengan orang ngelayat. Bendera kuning pun berada didepan rumah Arion. Caca masih setia duduk disamping mayat Arion yang tak berdaya. Rachel datang dengan histeris dan memeluk Arion. Caca hanya menatap datar saja. Ia tak mengerti dengan semua orang ini kenapa menangisi Arion yang tertidur. "Arion bangun hiks." "Nanti kalo Rachel jatuh dari sepeda siapa yang nolongin." "Bangun Iyon." "Kenapa jadi begini, Benua." Rachel menangis dipelukan suaminya. Baby Ara digendong oleh Lucas. Tangisan Baby Ara pun sudah berhenti. Rachel menggeleng lemah belum terima kematian Arion yang begitu cepat. Padahal ia rasa baru tadi malam lelaki itu menelepon dirinya dan bilang bahwa akan melakukan kemoterapi dan meminta doa. "Iyon bangun Iyon. Ini Rachel." Aurel hanya menatap

