Danny sedang dilanda oleh dilema yang cukup mengesalkan. Mobil yang ia kendarai sedang berhenti di lampu merah dan saat ini Danny dihadapkan pada dua pilihan yaitu memulangkan Sandra ke apartemen wanita itu atau ia bawa pulang ke apartemen miliknya yang berada di Menteng. Logikanya yang masih sehat memerintahkan untuk membawa Sandra ke apartemen wanita itu, tetapi sudut hatinya yang terdalam melarang keras. Tak dapat dipungkiri kalau Danny ingin memboyong Sandra ke apartemennya. Danny menyegarkan rambut dengan tangan kanannya yang bebas kemudian menoleh ke arah Sandra yang sudah tepar dan tak sadarkan diri di kursi penumpang. Terdengar dengkuran halus yang keluar dari bibir Sandra yang sedikit terbuka. Danny terkekeh kecil. Saat ia kebingungan, Sandra malah enak-enakan tidur. Danny gele

