"Aku pulang sendiri aja, Mas," ucap Sandra sembari membereskan barang-barang yang menberantaki meja rias di kamarnya. Ia memasukkan beberapa alat make up ke dalam pouch yang ukurannya cukup besar. "No, Sandra. Saya antar," tegas Danny. Sandra yang tadinya membelakangi posisi Danny itu pun berbalik dan berhadapan dengan Danny yang duduk di ujung ranjang. Berjarak sekitar satu meter dari posisinya. "Kayaknya tadi pagi kita udah sepakat kalau kita akan pulang ke Depok sendiri-sendiri," kata Sandra dengan kerutan samar di kening pertanda bingung. "Itu karena jadwal saya berubah. Saya sudah di sini sekarang, jadi nggak ada alasan buat pulang sendiri-sendiri," jawab Danny sembari bersedekap. Sandra pun tak mau kalah. Ia menumpukan tubuh pada meja di belakangnya, kemudian mengikuti gerakan

