Sandra melesakkan badan ke kursi penumpang dan bersandar dengan nyaman. Sementara Danny masih sibuk dengan ransel milinya dan milik Sandra untuk ia letakkan di atas kabin. Tak butuh satu menit Danny melakukannya, namun berhasil membuat Sandra–yang duduk sambil memandangi lengan-lengan Danny yang terekspos–itu terpana. Sandra selalu bertanya-tanya, kapan Danny punya waktu untuk olahraga demi mempertahankan otot-otot lengannya yang rangkul-able itu. Yang Sandra tahu, Danny selalu sibuk dengan berkas-berkas kasunsnya yang bertumpuk-tumpuk dan seperti tak pernah berkurang itu–bahkan malah bertambah banyak setiap harinya. Saat akhir pekan pun Danny tidak juga lepas dari tumpukan pekerjaannya itu. Atau kalau sedang senggang, Danny menghabiskan waktu dengan Sandra. Seringkali waktu singkat yan

