BAB 66. Bersatu

1424 Kata

Melihat prosesi akad di pernikahan orang lain rasanya benar-benar berbeda dengan ketika mengalaminya sendiri. Itu yang Sandra rasakan saat ini. Ada keharuan dan kebahagiaan yang meluap-luap yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Menunggu detik-detik saat Danny mengucapkan ijab adalah momen yang amat sangat mendebarkan. Sandra menahan napas, kedua jemarinya saling menggenggam erat. Danny menyelesaikannya dalam satu tarikan napas dengan suaranya yang lantang dan lugas. Air mata itu berjatuhan. Lagi dan lagi. Dalam kurun waktu satu jam, Sandra sudah dua kali menangis. "Alhamdulillah, sah!" Mitha, Rena, Erika, si penata rias yang berada di satu ruangan bersama Sandra itu ikut menyerukan rasa syukur. Mitha yang berada di sisi kiri Sandra memeluk adik sepupunya itu sembari membisikkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN