Rasanya sangat aneh. Hampir setiap hari Sandra bertemu Danny selama dua bulan terakhir−sebagian besar waktunya habis untuk mengurus persiapan pernikahan−lalu tiba-tiba tak boleh saling bersua dengan dalih pingitan benar-benar membuat Sandra senewen. Padahal, ia tidak sepenuhnya dipingit. Ia tidak hilang kontak dengan Danny dan masih bisa leluasa menghubungi calon suaminya itu. Ia hanya dilarang bertemu. Itu saja. “Ma, aku beneran nggak boleh ketemu sama Mas Danny?” rengek Sandra entah yang ke berapa kalinya hari ini. Farida menatap anak semata wayangnya itu dengan malas. Tampaknya ia sudah terlalu bosan mendengar rengekan Sandra yang tak jauh-jauh menanyakan tentang boleh atau tidak bertemu dengan Danny. "Ma, please." “Nggak ketemu cuma dua hari masa nggak sanggup, sih, San?" Farida g

