"Enak saja. Aku gak boleh biarkan hal itu terjadi. Sampai kapanpun!" Gerutu Zavon. Dengan cepat kakinya melangkah mendekati Vira. "Sini HP kamu aku sita!" Terlalu memaksa. Zavon mengambil HP Vira paksa dari belakang, tanpa mengatakan apapun sebelumnya. Dia yang sudah merasa kesal setengah mati, segera menyembunyikan benda pintar itu, kemudian berlari masuk ke lantai atas. Tepatnya ke dalam kamarnya. "Zavon, siniin HP aku!. Aku masih bicara sama Juna!" Teriak Vira. Namun, itu semua sudah terlambat. Zavon sudah mengunci pintu kamarnya, dan tidak memberikan kesempatan bagi Vira untuk mengelak lagi. "Aish! Apa maksudnya dia mengambil HPku?. Gak ada ujan, gak ada angin, tiba-tiba langsung nyerobot gitu aja. Sudah mending aku masakin dia, eh dia malah bikin aku kesal pagi-pagi ini. Awas

