Seseorang yang begitu membingungkan.

9532 Kata
Keesokan harinya Mass sudah terbangun, dengan Misy, dan Nina yang masih tertidur karena Mass terbangun saat hari masih sangat pagi. Tapi Mass sengaja bangun saat waktu masih sangat pagi, Mass saat itu berniat untuk berolahraga pagi terlebih dahulu, Mass ingat jika beberapa hari ini Mass yang biasanya berolahraga, dan berlatih tentu melatih fisik nya, tak melakukan itu karena menghadapi situasi yang membuat Mass tak dapat melakukan aktifitas nya seperti biasa. Maka hari itu Mass berniat untuk berolahraga pagi seperti biasanya, lalu saat Mass pergi saat waktunya nanti, Mass sudah sangat siap untuk pergi menghadapi sesuatu yang mengancam, keselamatan nya, atau tidak. Tentu saja saat itu Mass berharap jika orang yang menulis surat tersebut bukan rencana seorang penjahat, apa lagi seorang Soe yang mengincar keselamatan Mass, tapi jika Mass harus terjebak dengan situasi yang memang mengancam Mass, Mass pun sudah siap untuk menghadapinya. Pelan-pelan Mass beranjak dari tempatnya untuk naik ke balkon agar bisa berolahraga disana. Mass pun berhasil pergi tanpa membangunkan Misy yang masih tidur saat itu, tanpa berlama-lama Mass langsung saja berolahraga, melakukan beberapa gerakan olahraga, melakukan pemanasan tubuhnya. Saat Mass terus saja melakukan latihan tubuhnya, Mass tiba-tiba teringat dengan hal yang membuat Mass tak bisa jika tak memikirkan nya. " Kenapa dengan ku ini? kenapa tubuhku bergetar seperti ini? apa tubuh ku gemetar karena aku gugup, dan takut akan menghadapi hal yang mengancam ku nanti," dalam hati Mass berkata seperti itu. Mass pun terduduk di ujung kawasan balkon, memandang lurus ke depan sana, beberapa waktu berlalu sampai Mass tak sadar jika waktu sudah menunjukan pukul 05 : 30. Mass terus saja berdiam diri terduduk memandang jauh ke depan sana, sampai Mass sedikit demi sedikit terkena cahaya matahari yang mulai terbit saat itu. Saat cahaya sang matahari mengenai, menyinari tubuh Mass, tiba-tiba Mass merasakan masuk nya sebuah keyakinan dalam hati Mass, tiba-tiba Mass merasa jika Mass sangat benar memutuskan sebuah hal sampai saat ini, Mass merasakan suatu energi yang masuk ke dalam tubuh Mass sehingga Mass sangat yakin dengan keputusan Mass hari ini, Mass tanpa keraguan dalam hatinya akan menghadapi apapun yang sudah menunggu nya nanti di tempat tersebut. Sampai saat itu Mass pun bangkit dari duduk nya, dengan sangat semangat Mass kembali melakukan gerakan-gerakan nya latihan bertarung dimana Mass biasa melakukan nya saat berlatih di perguruan bersama Shu. Tanpa sebuah keraguan saat itu Mass begitu bersemangat untuk berolahraga, yang bertujuan untuk menyiapkan dirinya sebelum menghadapi apa yang ada di hadapan Mass. Mass yang saat itu bersemangat sekali untuk terus saja berlatih, tanpa sadar jika Misy sudah ada menyaksikan nya di dekat pintu masuk. " Aku kaget kau tak ada di rumah Mass, bahkan aku mencari mu ke mobil mu, tapi tetap tak ada, sampai aku mencari kemari dan benar saja kau ada disini Mass. Kau sengaja tak membangunkan aku Mass dan berlatih sendiri disini?"karena terlalu fokus dan bersemangat latihan, Mass tak sadar jika Misy sudah ada di dekat Mass, dan bicara seperti itu. " Misy, kau mengagetkan ku, maaf apa aku membuat suara gaduh sehingga mengganggu mu Misy?"tidak Mass aku terbangun karena sudah waktunya saja aku terbangun. " Ya baiklah, jika seperti itu berarti ini sudah cukup untuk ku pergi kan Misy?"Mass bertanya. Tanpa menjawab pertanyaan Mass, Misy langsung saja memeluk Mass saat itu. " Kenapa terburu-buru Mass? kau tak ingin berada di dekat ku terlebih dahulu?"Misy berkata seperti itu, dengan pelukan nya yang erat. " Tidak Misy, justru aku berfikir agar secepatnya aku bisa menyelesaikan ini setelah itu aku menyelesaikan semua ini, aku bisa berada di dekat mu terus Misy,"sambil membalas pelukan Misy, Mass berkata seperti itu. " Terima kasih Mass. Aku sangat, dan selalu mendoakan keselamatan mu dimana pun, kapan pun, dan apapun yang akan kau hadapi semoga semua hal tersebut lancar Mass,"dengan masih memeluk Mass, Misy bicara seperti itu. " Sepertinya kita sudah cukup berada di balkon ini Misy, bagaimana jika kita pergi ke bawah untuk memastikan bagaimana keadaan Nina?"ujar Mass. " Ya kau benar Mass, ayo,"melepaskan pelukannya terhadap Mass, lalu menarik tangan Mass masuk ke dalam rumah. " Mass aku sedikit khawatir dengan keadaan Nina, sampai sekarang Nina belum juga sadarkan diri Mass,"dengan khawatir Misy berkata seperti itu. " Aku juga bingung dengan keadaan Nina yang seperti ini Misy, jika Nina masih saja seperti ini aku tak akan tenang untuk meninggalkan mu dengan nya Misy,"jawab Mass. " Aku juga bingung," " Tak apa-apa bu, pergi saja, kau tak perlu khawatirkan keadaan ku yang seperti ini, aku sudah bilang kan jika aku hanya butuh istirahat sebentar. Nanti setelah waktunya tiba aku akan membantu mu bu, tak apa-apa kan? kau bisa terima itu kan bu,"memotong Misy yang sedang berbicara Nina dengan mata yang masih tertutup bicara seperti itu, sehingga membuat Misy yang tadi nya bicara langsung saja diam. " Mass kau dengar kan apa yang Nina bicarakan? dengan mata yang tertutup Nina bicara seperti itu, apa Nina bisa merasakan, atau mendengarkan kita Mass, meskipun tak semuanya. Dan tetap saja Nina memanggil kata ' ibu ',"Misy lantas bertanya. " Aku pun tak tahu pasti tentang ini Misy, tapi jawaban Nina tepat dengan apa yang sedang kita bicarakan Misy. " Ya kau benar Mass. Mungkin ini sebuah tanda Mass, jika kau tak perlu khawatirkan Nina yang seperti ini Mass. Nina mungkin percaya jika aku bisa merawat nya, sehingga kau tak perlu khawatir dengan keadaan nya yang masih saja seperti ini Mass,"ujar Misy. " Aku percaya kepada mu Misy. Sebenarnya bukan terlalu khawatir dengan keadaan Nina, tapi aku khawatir dengan mu Misy. Apa Nina tak akan melakukan hal yang macam-macam jika nanti Nina sadar, saat aku sedang tak ada bersama Misy? itu yang aku khawatirkan Misy,"mencoba percaya dengan Misy, dalam hati Mass berkata seperti itu. " Baiklah Mass jika seperti itu. Berarti sudah jelaskan Mass, kau tak perlu khawatir lagi dengan Nina, apa lagi dengan ku yang seperti ini, aku akan menjaga diriku, dan Nina dengan sangat baik Mass. Tapi kau juga harus melakukan hal yang sama Mass, aku akan tunggu kabar baik darimu secepatnya Mass. Aku tak ingin menunggu mu terlalu lama Mass, aku ingin kau selalu ada untuk ku,"dengan menatap Mass, Misy berkata seperti itu kepada Mass. " Terima kasih Misy, aku pergi sekarang, aku tak akan membuat mu menunggu terlalu lama Misy, aku berjanji,"Mass langsung saja berbalik, berniat untuk pergi. Tapi saat Mass sudah berbalik, dan akan pergi Misy tiba-tiba kembali menarik Mass sehingga Mass berhadapan dengan Misy yang langsung saja mencium bibir Mass. Dengan mesra, dan erat memeluk Mass, Misy mencium Mass, sampai beberapa saat Misy menyudahi ciuman nya terhadap Mass, lalu membiarkan Mass pergi. Saat itu Mass langsung saja pergi menuju rumah yang di sebutkan dalam pesan tersebut. Tapi di perjalanan Mass berfikir kapan waktu yang tepat untuk Mass pergi ke tempat tersebut, Mass langsung saja menepi menghentikan laju kendaraan nya. " Memang disini disebutkan 3 hari lagi, tapi tak di sebutkan jam berapa aku harus pergi ke rumah tersebut,"Mass bicara sendiri sambil berfikir. Mass kebingungan saat itu, tapi Mass tak kehilangan akal, dan berfikir pendek saat itu. Mass berfikir untuk pergi saja ke tempat tersebut, lagi pula rumah tersebut tak jauh dari perguruan, Mass bisa sekaligus mencari sebuah petunjuk tentang rumah tersebut, dan mengamati kembali perguruan itu, karena sudah 2 hari Mass tak menyelidiki apa-apa lagi dari perguruan tersebut. Mass tak bisa kembali menyelidiki apa yang terjadi dalam perguruan, karena kemarin Mass mencoba untuk menanyakan hal tersebut kepada Nina yang saat itu sepertinya Nina memang tahu sebuah rencana yang dibuat oleh Soe. Tapi sayang nya saat kondisi Nina sudah membaik tapi Mass, dan Misy malah mendapatkan sebuah kekecewaan dari Nina yang jujur saja menyatakan jika Nina, adalah bagian dari Soe. Sehingga saat itu Nina kecewa dengan keadaan nya, dan memutuskan untuk pergi kabur, tapi baru saja Nina akan keluar pagar Nina sudah drop kembali, dan belum sadar sampai saat ini. Hal itu membuat Mass, dan Misy tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu Nina sadar, sehingga Mass, dan Misy bisa bertanya tentang apa yang ingin Mass, dan Misy tahu tentang sebuah rencana dari Soe, Mass yakin jika Nina sedikitnya tahu tentang rencana yang akan dilakukan Soe. Nina berkata jika Nina adalah bagian dari Soe, masih, dan akan selalu menjadi bagian dari Soe, tapi Nina bicara jika Nina tak ingin menjadi penjahat untuk orang yang sudah menolong nya, itu berarti Nina tak ingin berbuat jahat kepada Mass, dan Misy. Mass berfikir jika Mass, dan Misy berhasil membuat Nina bicara mungkin Nina juga tahu tentang hal ini, sehingga Mass sedikitnya tahu apa yang sebenarnya akan terjadi, apa dan siapa yang merencanakan hal ini. Tapi memang sayang karena Nina malah drop kembali, sehingga Mass harus pergi ke tempat tersebut dengan pikiran kosong, yang tak tahu apa-apa dengan rencana apa yang ada dalam rumah tersebut. Dengan Mass yang sudah siap untuk menghadapi ini, Mass langsung saja berfikir untuk datang ke tempat tersebut, dengan pertama-tama akan menyelidiki sesuatu di perguruan, berharap akan mendapat sebuah petunjuk yang berarti untuk menghadapi hal ini. Mass belum menjalankan mobilnya tersebut, tapi Mass dikejutkan dengan sebuah mobil yang melaju sangat kencang, yang hampir akan menyerempet Mass, sehingga Mass langsung saja mengurungkan niatnya untuk kembali melanjutkan perjalanan nya. Saat Mass melihat mobil tersebut sedikit terlihat jika orang dalam mobil tersebut adalah orang-orang yang ada sangkut pautnya dengan Soe, saat itu Mass langsung saja mencoba mengikuti kemana mobil tersebut pergi, dengan cepat Mass menjalankan mobilnya lalu mengikuti kemana mobil tadi pergi. Saat Mass terus saja mengikuti mobil tersebut, Mass melihat jika jalan yang di lalui mobil tersebut tak asing Mass lewati, tapi Mass tak banyak berfikir dulu Mass terus saja mengikuti kemana mobil tersebut pergi. Beberapa saat kemudian Mass melihat jika mobil tersebut berhenti, Mass tak ikut berhenti disana tapi Mass sengaja melewati mobil tersebut yang berhenti disana agar mereka tak curiga jika sebenarnya Mass sedang mengikuti mereka. Agak jauh Mass melewati mobil tersebut lalu berhenti, Mass pun keluar dari mobil, berjalan mendekati mobil orang-orang tadi yang terlihat sedang keluar dari mobil tersebut, sehingga tak ada orang yang tersisa dalam mobil tersebut. Mass melihat jika salah seorang pria tersebut kembali akan masuk ke dalam mobil tersebut, Mass bersembunyi di pinggir mobil tersebut, setelah pria itu dalam jangakaun Mass, tanpa berfikir Mass langsung saja memukul pria tersebut, sehingga pria tersebut dibuat jatuh tak sadarkan diri oleh Mass. Saat pria itu sudah tak sadarkan diri Mass langsung saja membuka jas yang di pakainya, lalu memakai jas tersebut berniat untuk melakukan penyamaran sebagai salah satu pria tersebut. Saat Maas sudah memakai pakaian pria tersebut untuk mencoba melakukan penyamaran, Mass langsung saja masuk ke dalam sebuah rumah yang di masuki oleh pria tersebut tadi. " Kenapa kau lama sekali? apa yang kau lakukan tadi?"tanya pria tersebut. " Oh ya tadi ada sedikit masa," " Sudah tak usah di teruskan cepat bantu aku mengambil barang-barang ini, dan masukan ke dalam mobil,"pria tersebut memotong pembicaraan ku dan langsung bicara agar aku membantunya. " Ya tentu ayo angkat. Hati-hati, jika sampai barang ini jatuh, bisa mengakibatkan bocor, dan yang dikeluarkan adalah gas yang bisa membuat kita bisa lemas, sesak nafas, dan tak sadarkan diri,"pria itu berkata seperti itu. " Ya tentu, tenang saja jika untuk hal seperti ini tentu kita sudah biasa melakukan nya,"jawab Mass dengan tenang seperti benar teman nya yang sedang bekerja dengannya, tanpa diketahui jika itu Mass yang menyamar. " Ya kau benar. Harusnya Soe lebih berfikir untuk menyuruh anak buah nya yang lain saja agar melakukan hal yang mudah seperti ini, bukan nya menyuruh kita yang sudah sangat senior dengan tugas ini kan,"ujar pria tersebut. " Heh ya kau benar. Tapi mungkin Soe tak percaya dengan orang nya yang lain, sehingga Soe menyuruh kita untuk tugas ini, karena Soe yakin dengan kinerja kita yang tak akan membuat kesalahan dalam apa yang di tugaskan Soe,"jawab Mass. " Ya itu alasan yang sangat bagus, aku setuju dengan mu,"jawab kembali pria tersebut. " Yang lebih aku pikirkan sekarang adalah, ini gas beracun tentu saja harus di ruang yang sangat tertutup kan, jika ingin dengan sangat berhasil menggunakan gas ini. Jika tak dalam ruang yang sangat tertutup tentu saja gas tersebut tak akan sangat efektif. Benar kan? apa sebuah rumah akan cukup efektif untuk gas ini,"dengan tenang berprilaku sebagai teman pria tersebut Mass bertanya seperti itu. " Rumah? kau berfikir tentang rumag tersebut? ya kau memang benar, jika sebuah rumah biasa tak akan terlalu efektif maka dari itu Soe sudah menyiapkan sebuah rumah kosong yang sudah Soe buat benar-benar tertutup, sehingga bisa bekerja dengan sangat efektif untuk gas ini. Dan tadi kau dengar sendiri kan jika Soe sudah menyiapkan dengan sangat sebagai tempat eksekusi untuk menggunakan gas ini, di sebuah rumah di dek," Tiba-tiba telepon pria tersebut berbunyi, sehingga pria tersebut tak melanjutkan nya berbicara, tapi langsung saja mengangkat telepon dari ponselnya. Beberapa saat pria tersebut mengangkat telepon nya dengan sedikit menjauh dari Mass, Mass tak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan karena agak jauh dari posisi Mass. Lalu pria tersebut langsung saja menghampiriku karena sudah selesai berbincang dengan orang yang menelepon nya. " Soe yang menelepon, dia menanyakan bagaimana tugas yang diberikan pada kita. Dia bertanya apa sudah selesai? jika sudah kita harus secepatnya menghadap kepadanya, kita harus menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk nanti. Ayo cepatlah kita pergi, sekarang kita pergi ke perguruan,"Pria itu mengatakan hal seperti itu. Tanpa banyak bicara Mass langsung saja berjalan menuju kursi setir, karena pria tersebut bicara seperti itu, Mass pikir itu artinya Mass yang menyetir. Saat Mass akan melewatinya untuk berjalan ke kursi setir Mass merasa ragu, tapi jika Mass menolak untuk menyetir pria ini pasti akan curiga, karena tak ingin hal itu terjadi Mass langsung saja berjalan melewatinya, untuk masuk ke kursi setir mobil tersebut. Tapi saat Mass sudah melewati pria tersebut, membuka mobil akan masuk tiba-tiba, ' bug '. Mass tak bisa menahan dirinya yang lemas akan roboh, karena titik kesadaran Mass di pukul sehingga membuat Mass jatuh pingsan. Saat itu Mass tiba-tiba berada di sebuah ruangan sempit, yang entah dimana Mass berada saat itu. Tak tahu kenapa Mass sulit untuk menggerakkan badan nya saat itu, sampai ada orang yang membuka pintu, dan ternyata yang di buka adalah pintu bagasi mobil, saat itu Mass ternyata berada di bagasi mobil. Saat pintu bagasi mobil itu dibuka Mass langsung saja di angkat, dibuat berdiri oleh 2 orang yang memeganginya. Mass dipegang dengan sangat erat, lalu dibawa ke sebuah sudut posisi yang menghadap ke suatu mobil, entah apa mereka akan memasukan Mass ke dalam mobil tersebut atau bagaimana, tapi saat itu Mass berfikir tak akan mungkin jika Mass akan di masukan ke dalam mobil tersebut, karena Mass melihat ada orang di dalam mobil tersebut. Sampai Mass terus saja memperhatikan ke dalam mobil tersebut, terlihat ada seseorang, Mass lihat seorang wanita, yang memakai rok pendek tapi dengan keadaan pakaiannya yang lusuh, Mass berfikir apa mungkin itu adalah mayat seorang wanita yang sudah mereka bunuh, dan sekarang Mass yang akan menjadi target pembunuhan mereka. Mass sudah berfikir buruk saat itu, sehingga Mass mencoba untuk kabur, tapi tubuh Mass tak bisa bergerak berontak saat itu, karena kedua pria tersebut sangat kencang memegang Mass, sehingga Mass hanya bisa terus saja menyaksikan seorang wanita dalam mobil tersebut. Saat Mass melihat wanita tersebut, dan berfikir jika wanita tersebut sudah mati dibunuh, tapi tiba-tiba Mass melihat jika wanita tersebut bergerak, Mass bersyukur karena sepertinya Mass tak akan disiksa dengan harus di satukan bersama mayat saat itu, tapi meskipun Mass bersyukur tentang itu Mass kembali bertanya-tanya dalam pikiran nya. Apa yang akan kedua pria ini lakukan dengan terus saja memegangi Mass, di hadapkan dengan wanita tersebut. Saat Mass terus saja dihadapkan dengan wanita tersebut, sedikit demi sedikit wanita tersebut bangkit dari keadaan nya yang saat itu terbaring, wanita tersebut merangkak dengan cara nya yang sangat mengerikan, bangkit dari keadaan nya yang berbaring, sehingga perlahan wajah dari wanita itu mulai terlihat oleh Mass sampai benar-benar terlihat jelas penampakan wajah wanita tersebut. Lalu dengan sangat cepat wanita itu langsung bangkit berdiri, menghampiri Mass sampai wajah nya dekat, sangat dekat dengan wajah Mass seperti akan beradu, lalu dengan suaranya yang mengerikan wanita itu berteriak sangat keras, sehingga membangunkan Mass yang saat itu ternyata mengalami mimpi buruk. Mass langsung saja sadar dari mimpinya itu, yang ternyata saat itu Mass dalam keadaan dengan tangan, dan kaki terikat, dengan tubuh bagian punggung Mass yang masih terasa ngilu, dan sakit Mass ingat jika tadi Mass di pukul sampai Mass roboh, tak sadarkan diri di depan mobil yang seorang pria yang sedang Mass buntuti yang sepertinya tak jauh dari rumah penyekapan Nina dulu. Mass berfikir jika kejadian nya seperti ini berarti Mass gagal untuk bisa membuntuti mereka, apa lagi untuk menyekidili mereka, Mass berfikir Mass gagal dalam menyelundup, dengan melakukan penyamaran nya saat itu. Mass pun bertanya-tanya dimana Mass sekarang, ruangan ini begitu gelap, tak ada cahaya sedikit pun yang bisa menerangi Maas untuk bisa melihat. Saat itu Mass mencoba saja berontak, berharap bisa lepas dari jeratan ini, Mass terus saja berusaha berontak sampai tiba-tiba ada setitik cahaya yang tak terlalu besar, mendekati Mass, terus mendekati Mass, sampai Mass bisa melihat wajah seorang pria yang membawa cahaya senter tersebut sudah dekat dengan Mass. Tiba-tiba dengan sangat keras pria tersebut memukul area perut Mass, sehingga Mass terpingkal-pingkal dibuat pria tersebut dengan pukulan nya. " Uhuk, uhuk,"Mass sampai bersuara dengan nada yang kesakitan seperti itu. " Wow ternyata itu bisa membuat mu merasa sakit juga ya? bahkan sampai bersuara seperti itu,"seorang pria berkata seperti itu, tanpa memperlihatkan wujud nya saat itu pada Mass " tunjukan dirimu jika kau berani pengecut,"Mass tegas bicara seperti itu. Tiba-tiba dengan keras pria di hadapan Mass kembali memukul perut Mass, sehingga Mass kembali dibuat terpingkal-pingkal karena keras nya pukulan pria tersebut. " uhuk, uhuk, apa tujuan mu, siapa kau sebenarnya?"dengan nada yang menahan sakit Mass bertanya seperti itu. " Kau seseorang yang baik kawan, tapi kau salah memilih lawan, kau sudah salah, sangat salah memilih seseorang untuk menjadi lawan mu. Sehingga sepertinya kau akan mati karena sudah berani melawan ku, ya meskipun kau tidak secara langsung melawan ku tapi sepertinya kau lancang juga, mengambil apa yang menjadi milik ku,"pria tersebut bicara seperti itu, tapi Mass belum bisa memastikan apa, dan siapa yang di maksud dari perkataan pria tersebut. " Mengambil apa yang menjadi milik mu, apa yang kau maksudkan adalah Ni," " Ya sepertinya apa yang kau pikirkan benar. Dia lah orang yang aku maksud, kau sudah berani mengambil nya dari ku, meskipun sebenarnya dia tak tunduk, dan ingin menjadi teman mu. Dia tetap menjadi milik ku, bahkan meskipun dia itu ada bersama mu, sudah dekat dengan mu tapi tetap saja wanita yang bersama mu, tak bisa kau jadikan wanita yang akan menuju jalan kebenaran. Dan sekarang karena kau sudah seperti ini tentu saja aku tak akan melepaskan mu kau menjadi target ku sekarang, dengan bantuan wanita tersebut aku bisa tahu dimana, kau dan seorang teman wanita mu berada, karena dia lah sekarang aku tahu tentang mu, aku tahu tentang bagaimana cara untuk menangkap mu. Aku akui sebenarnya cara mu untuk menyamar itu sudah baik, kau bisa membereskan salah satu anak buah ku sehingga kau bisa memakai apa yang anak buah ku pakai, dan mengelabui seorang anak buah ku yang satunya lagi dengan menyamar menjadi anak buah ku tersebut, bahkan aku mengira jika kau menyamar di waktu yang tepat, dimana waktu itu anak buah ku memakai topeng sehingga kau bisa mudah menyamar menjadi anak buah ku yang sama memakai topeng, sehingga tentu saja awalnya anak buah ku tak mengenali jika kau adalah orang lain yang menyamar menjadi anak buah ku. Tapi usaha mu kurang, bahkan sangat kurang untuk mengelabui ku, jika cara mu hanya seperti itu lihat lah sekarang kau bisa aku tangkap, penyamaran mu bisa aku gagalkan, kau harus memikirkan cara yang lebih baik, 1000x lebih baik lagi dari cara mu ini baru kau bisa mengelabui ku bodoh. Sekarang nikmati lah siksaan yang akan aku lakukan padamu, aku akan membunuh mu secara perlahan, sangat perlahan sampai kau merasakan detik demi detik, siksaan demi siksaan yang aku lakukan padamu jadi bersiap lah,"dengan drama yang di lakukan nya pria yang belum Mass ketahui siapa pria ini berkata seperti itu, bahkan dengan nada ancaman, pria ini bahkan terang terangan akan melakukan siksaan demi siksaan yang akan di lakukan nya karena Mass berani ikut campur dengan pria tersebut. Mass saat itu tak berfikir apa-apa lagi hanya terus saja mencoba mengingat, dan memastikan siapa wanita yang pria ini maksudkan. Dsn setelah di ingat-ingat ternyata wanita yang di maksud adalah Nina, karena pria tersebut berkata ' meskipun wanita itu ada, bahkan sudah dekat dengan ku, tapi tetap saja dia adalah bagian dari seorang penjahat ', Mass bisa menyangka wanita ini adalah Nina, alasan nya karena kemarin malam pun Nina berkata kepada Mass, dan Misy jika Nina tetap saja bagian dari penjahat tersebut, meskipun Nina sudah ingin bersikap baik kepada Mass, dan Misy tapi tetap saja Nina adalah bagian dari mereka. Itu lah alasan kenapa Mass berfikir jika wanita yang di maksud pria tersebut adalah Nina. Lalu Mass terus saja berfikir bagaimana cara Mass bisa meloloskan diri dari jeratan ini, tanpa Mass lelah untuk mencoba Mass terus saja berontak saat itu, sampai tiba-tiba pria yang ada di hadapan Mass kembali memukul Mass dengan sangat keras, sampai untuk yang ke 3 kalinya Mass terpingkal-pingkal kesakitan. " Cukup, tak usah menghajar nya lagi. Kau akan mendapatkan bagian untuk memuaskan balas dendam mu kepada nya saat penyiksaan nya sudah di mulai, sabar lah sebentar lagi jangan terburu-buru. Kau lihat siapa yang mengahajar mu itu? kau ingat tampang itu? tapi ingat atau tidak sepertinya itu tak penting untuk mu,"pria itu bertanya seperti itu. Dan tak terdengar jika pria itu bicara lagi yang terdengar sekarang adalah sebuah langkah kaki, yang semakin lama semakin dekat, Mass berfikir sepertinya pria ini menghampiri Mass saat itu. Dan tanpa bicara apapun kembali tiba-tiba saja pria itu sudah sangat dekat dengan Mass, dan langsung saja melayangkan pukulan terhadap Mass yang mengarah ke wajah dari Mass. Sehingga Mass tak dapat menahan keras nya pukulan yang di terima Mass saat itu. " Aku tak tahu kenapa, tapi aku merasa sangat ingin memukul mu sehingga aku coba saja satu pukulan, memang itu tak membuatku puas, tapi aku kira cukup membuat rasa penasaran ku teralihkan. Oh ya aku kesini untuk memberitahukan mu sesuatu hal, lihat ke arah ku, lihat wajah ku, hey kau jagoan,"dia pun berkata seperti itu, sambil dengan kasar memegang wajah Mass, sehingga Mass tak bisa melawan saat pandangan Mass di paksa melihat wajahnya. " Bagus, seperti itu. Kau ingat wajah ku ini? kau ingat kan jika kita pernah bertemu, kau ingat? bagus kau mempunyai ingatan yang baik jagoan,"dengan menepuk-nepuk kepala Mass pria itu berkata seperti itu, serta menggunakan nada yang menghina Mass. Lalu kembali dengan sangat keras memukul wajah Mass. " Wow maafkan tangan ku yang halus ini. Aku sungguh tak tahu kenapa aku bisa sangat penasaran ingin sekali memukul mu, dan jika aku memiliki banyak waktu sepertinya aku ingin menghajar mu lebih dari ini. Menikmati pukulan demi pukulan yang akan aku layangkan kepada mu. Tapi tidak aku tak punya banyak waktu untuk mengurus mu yang sudah siap dengan siksaan ku yang sudah aku rencanakan, aku rasa anak buah ku saja sudah cukup untuk menjadi algojo yang siap menyiksa mu. Baiklah aku rasa aku sudah melakukan apa yang menjadi tugas ku hari ini. Emm semoga hari malam mu menyenangkan, hahaha aku harus pergi, kau sekarang bebas melakukan apapun kepada nya,"pria itu pun bicara dengan sangat menikmati siksaan yang akan menimpa Mass, dan berkata seperti itu. Mass berfikir jika itu adalah Soe, seorang pria yang tadi bertanya apa Mass ingat atau tidak dengan nya yang berkata juga bahwa dia sepertinya pernah berjumpa dengan Mass. Mass berfikir sepertinya itu memang Soe pria yang Mass lihat saat malam tragedi dalam mobil tersebut, dimana aktor utama nya adalah Soe yang sedang memperkosa paksa Nina saat itu. " Kau tahu aku pikir tadi kau tak akan ada, bahkan hebat nya kau bisa menyamar membodohi teman ku yang saat itu menjalankan tugas yang Soe berikan kepada kami. Tapi aku kira itu bukan karena kau yang pintar, lebih ke teman ku saja yang bodoh sampai bisa di tipu oleh mu yang menyamar menjadi aku,"dengan bicara seperti itu pria tersebut pun dengan sangat keras, dan sangat bernafsu melayangkan beberapa pukulan terhadap Mass yang saat itu hanya bisa melihat, dan merasakan sakitnya saat pria tersebut dengan sangat mudah, dan bebas melayangkan banyak pukulan terhadap Mass. Saat itu Mass sudah sangat lemas karena terus saja menerima pukulan bertubi-tubi dari pria tersebut, tapi Mass lihat ternyata pria itu tidak hanya satu orang, tapi pria tersebut bersama teman yang menjadi partner nya tadi, saat Mass berhasil membodohi nya di tempat penjahat tersebut memasukan beberapa barang pagi tadi. Karena banyak nya pukulan yang Mass terima saat itu, membuat sedikit demi sedikit kesadaran Mass hilang bahkan Mass sampai sudah akan tak sadarkan diri, saat itu yang Mass rasakan hanya sakit yang terus menerus ada dari pukulan yang 2 penjahat tersebut layangkan tanpa ampun. " Hey jagoan, bangun,"sambil memukul wajah Mass. " Hey jagoan tetaplah terjaga, jangan sampai kau tak sadarkan diri sehingga kau tak bisa merasakan pukulan dari tangan ku ini,"wajah cengengesan pria tersebut sambil berkata seperti itu, sambil terus saja melayangkan pukulan ke arah Mass. " Aku sangat merasa puas saat ini, meskipun aku belum puas aku bisa terus menghajar mu sampai aku bisa merasa puas mengajar mu hahaha. Ini pelajaran untuk mu yang berani-berani nya sampai membuat ku tak sadarkan diri b******n, rasakan ini hahahaha,"dengan berteriak di hadapan Mass pria tersebut berkata seperti itu, dan terus saja yang tanpa ampun m Mass memukul dengan sangat keras. " Tangan ku sepertinya sudah sangat geram, dan panas karena menghajar mu. Sepertinya sudah saat nya aku menggunakan sebuah senjata agar penyiksaan terhadap mu lebih dramatis kembali ya kan? hahahaha,"dengan tertawa puas satu pria di hadapan Mass bicara seperti itu, dan terlihat membawa beberapa macam senjata untuk digunakan menghajar Mass saat itu. " Ya aku pun merasa seperti itu kawan, ayo kemari dan bawa senjata yang bisa aku gunakan untuk menghantam wajah jagoan ini, agar lebih dramatis aku membuat nya sangat babak belur,"dengan wajah yang sangat bernafsu pria tersebut bicara seperti itu. " Lihat 3 senjata ini? ada balok kayu, pipa, dan wow kau lihat apa ini? ini senjata kesukaan ku, ada double stick disini, jika benda ini menghantam kepala mu dengan tenaga ku yang sangat kuat, kepala mu bisa langsung pecah, kau mau merasakan nya jagoan? hahaha,"satu pria ini terlihat bermain-main, dan berkata dengan cengengesan nya yang mengesalkan tepat di hadapan wajahku. " Oh tunggu, tunggu. Sebelum kita memecahkan kepala jagoan ini menggunakan double stick, kita harus merasakan sensasi yang sangat luar biasa terlebih dahulu dengan menghantam kepala jagoan ini menggunakan balok kayu, atau mungkin pipa besi ini, lalu untuk sentuhan terakhir nya kita menggunakan double stick ini, kan? bagaimana menurut mu?"dengan mimik wajah nya yang sangat mengesalkan pria tersebut berkata seperti itu padaku. " Oke, oke jika seperti itu aku yang akan memulai nya. Aku akan memulai menghantam nya menggunakan sebuah balok kayu, oh tidak maksud ku pipa besi ini agar saat pipa besi ini dengan keras menghantam wajah mu, pipa besi ini akan mengeluarkan sebuah suara ' treng ',sehingga membuat mu sangat terganggu dengan suara yang yang berdengung di kepala mu yang di hasilkan dari hantaman keras pipa besi tersebut, hahahaha. Baiklah aku akan mulai, tundukan kepala mu. Baik seperti itu ya bagus,"dengan masih menggunakan mimik wajah yang sangat mengesalkan penjahat-penjahat ini bergantian mempermainkan Mass yang saat itu hanya bisa berdiam diri saja memperhatikan bagaimana cara mereka menyiksa Mass. Mass hanya bisa pasrah saat itu, Mass melihat jika salah seorang pria memegang sebuah pipa besi yang sudah di pegang layaknya pedang yang siap untuk menebas kepala Mass. Terlihat jika pria tersebut begitu menikmati saat-saat itu, dia terlihat begitu fokus dengan mengarahkan sebuah pipa besi yang sudah di pegang di atas kepala Mass. " Baiklah dalam hitungan ketiga. Pipa besi ini akan aku buat menghantam kepala mu yang tertunduk ini. Bersiap aku hitung, satu, dua, dan tig," Dengan ayunan yang kuat pria ini langsung saja akan menghantam kan pipa besi ini ke kepala Mass. Saat itu Mass hanya bisa tertunduk pasrah dengan apa yang akan di alami nya, Mass tak berfikir untuk bisa kabur karena Mass sudah mencoba untuk berontak tapi Mass tetap saja. Sebuah rantai tambang yang menjerat Mass begitu kuat sehingga Mass tak bisa melepaskan ikatan tambang tersebut. " Misy, aku menyayangimu. Maaf sepertinya aku tak bisa menepati janji ku untuk secepatnya kembali menemani mu Misy, jika aku mati sekarang karena siksaan ini aku harap kau bisa menemukan ku, meskipun saat itu hanya raga ku yang sudah tak bernyawa Misy. Aku mencintaimu Misy,"dengan wajah yang memandang ke atas dalam hati Mass berkata seperti itu. " Mass aku tak tahu kau bisa berbohong seperti itu. Aku tak percaya kau pintar sekali berbohong Mass, bahkan kau membohongi ku seperti ini Mass,"seperti Misy berkata seperti itu. " Siapa itu? Misy, itu kau? aku membohongi mu Misy? apa yang telah aku lakukan, sehingga kau bilang jika aku berbohong kepada mu Misy?"Mass menjawab. "Mass, Mass, Mass,"terdengar di telinga Mass. " Misy, tunggu Misy. Misy tunggu Misy kemana kau akan pergi Misy,"Mass terlihat berteriak saat itu. Tiba-tiba Mass merasakan hangat di bagian d**a nya, lalu Mass merasakan jika Misy sedang ada memeluk d**a Mass, Misy menangis dengan sangat histeris saat itu. Lalu pelan-pelan Mass bisa membuka mata nya, saat Mass membuka matanya, benar saja Misy terlihat sedang menangis di d**a Mass. " Mass syukur lah kau sudah sadar? Misy lihat Mass sudah sadar Misy,"dengan nada yang kencang Nina hampir berteriak berkata seperti itu kepada Misy yang saat itu terus saja menangisi Mass. " Mass kau sadar, kau ingat aku kan Mass? kau ingat semua ini kan Mass, syukur lah Mass,"Misy langsung saja memeluk Mass yang saat itu sudah membuka mata nya. Meskipun sadar, saat itu Mass masih merasa belum memiliki kesadaran yang penuh saat itu, Mass masih sedikit pusing dengan apa yang terjadi, dan Mass seperti sedang mengamati keadaan sekitar. " Ada dimana aku ini Misy?"dengan nada yang lemas Mass bertanya. " Mass kau ada di rumah ku Mass, kau sudah sadar, dan aman sekarang Mass. Kami membawa mu pulang kemari saat itu Mass, kau mungkin tak ingat karena saat kami bisa menghampiri untuk menyelamatkan mu kau terlihat sudah sangat lemas, bahkan aku mengira jika keadaan mu saat itu sudah setengah tidak sadar Mass. Aku sangat mengkhawatirkan mu Mass, kama kau tak sadarkan diri, sampai akhirnya sekarang kau bisa kembali sadar Mass, aku sangat bersyukur Mass,"Misy bercerita seperti itu dengan masih saja menangis, mengeluarkan air mata yang deras saat itu. " Aku, aku ingat hal itu Misy, aku ingat saat itu aku tertangkap karena penyamaran yang aku lakukan sebelum ke rumah tersebut gagal, mereka bisa menyadari nya jika aku menyamar menjadi bagian salah satu dari mereka lalu saat itu aku, ah, aw, Misy kepalaku,"Mass bercerita seperti itu tapi di tengah-tengah ceritanya Mass memegang kepalanya dengan seperti sangat kesakitan, saat itu. " Cukup Mass, kau tidak apa-apa? jangan teruskan Mass, sepertinya kepalamu sakit karena terlalu mencoba untuk mengingat hal itu. Jangan ingat kan hal itu lagi Mass sudah cukup, sekarang lebih baik kau istirahat terlebih dahulu Mass, agar kondisi mu bisa pulih,"dengan wajah yang sangat khawatir Misy memeluk Mass, dan mencoba menenangkan Mass yang seperti merasa sangat kesakitan di kepala nya. " Misy aku ingin tahu bagaimana kau bisa menyelamatkan aku, kau sampai tahu dimana kau bisa menemukan aku. Tapi maaf Misy badan ku terasa sangat lelah, aku sepertinya ingin beristirahat dulu kembali saat ini. Tak apa-apa kan?"dengan menahan sakit yang Mass rasakan di kepala nya Mass bicara seperti itu. " Ya Mass itu yang baik untuk mu sekarang Mass, kau tak usah khawatir aku akan menyembunyikan sesuatu dari mu, aku akan menceritakan semua yang terjadi nanti setelah kau beristirahat Mass,"dengan pelan melepaskan pelukan nya, Misy menjawab. Saat itu Mass langsung saja mencoba menutup mata, untuk tidur. Tapi Mass melihat jika ada wanita yang berdiri di belakang sebelah kiri Misy, Mass bertanya dalam pikir nya, apa itu Nina. Mass mencoba memikirkan itu, tapi Mass merasa sangat lelah saat itu sehingga Mass kembali terlelap tidur. Beberapa saat kemudian Mass mendengar perbincangan seseorang yang berbicara di dekat Mass. " Aku mendengar jika seseorang menangis tadi, siapa itu? dan kenapa ada suara tangisan disini?tanya seperti seorang pria. Siapa suara yang Mass dengar tersebut, ini di rumah Misy kan tentu saja harus nya tak ada suara seorang pria, tapi Mass jelas mendengar jika yang barusan Mass dengar adalah suara seorang pria. Mass bertanya apa ini sebuah mimpi, tiba-tiba saat itu Mass bisa membuka matanya, dan memang benar apa yang Mass lihat, terlihat jika ada seorang pria yang saat itu berdiri di hadapan Mass. " Guru, itu kau? mimpi apa lagi ini, aku tadi sadar jika memang aku terbangun sebentar, berbincang dengan Misy yang memang menjawab pertanyaan nya tapi dengan menangis sejadi-jadinya melihat ku. Dan sekarang aku bermimpi ada Shu di hadapan ku," " Cukup Mass kau sudah bangun kembali, kau tidak bermimpi Mass, ini nyata kau bangun dan aku memang Shu, aku ada disini karena Misy, dan Nina,"dengan memotong Mass yang sedang berbicara, Shu berkata seperti itu. " Ini bukan mimpi? hahaha guru, kau benar Shu guruku? aku tak percaya kau ada disini sekarang. Berarti yang menolong ku tadi adalah,"Mass bicara seperti itu. " Ya Mass, Shu yang menolong ku tadi sehingga kami bisa menyelamatkan, dan membawa mu kemari Mass. Aku bersyukur bisa menyelamatkan mu meskipun memang terlambat karena kau sudah dalam keadaan yang lemas, karena terus saja mereka menghajar mu Mass,"mendahului Mass bicara kembali Misy bicara seperti itu. Lalu saat itu Maas terlihat meneteskan air mata. " Guru aku bersyukur, dan sangat berterima kasih kau sudah menolong ku. Aku menyelidiki semua tentang mu guru, di perguruan yang saat ini sampai bisa Shelt kuasai, karena aku melihat Shelt dengan mudah masuk, dan keluar perguruan bahkan aku tahu, melihat jika Shelt memasukan banyak orang, yang tak lain dan tidak bukan orang-orang tersebut adalah penjahat yang memiliki bos yang bernama Soe," " Cukup tentang itu Mass. Sekarang belum saat nya, untuk mu mengetahui, dan membahas tentang itu semua Mass. Sekarang tugas mu memulihkan keadaan mu, lalu kita bisa melanjutkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya Mass, sekarang kau harus fokus untuk penyembuhan mu Mass,"memotong pembicaraan Mass Shu langsung saja berbicara seperti itu. " Tapi guru aku tak," " Aku tahu kau tak sudi, apa lagi ikhlas Shelt bisa sampai seperti itu, bahkan Shelt dengan mudah bisa keluar-masuk perguruan, bahkan memasukan banyak orang yang sudah jelas jika orang itu adalah Soe seorang penjahat keji yang sok berkuasa di kota ini. Kami mengerti perasaan mu Mass, kau bisa seperti ini apa lagi dengan Shu pemilik dari perguruan itu, pasti nya Shu memiliki perasaan yang lebih marah dari pada mu Mass. Tapi aku yakin jika Shu bersifat diam saja seperti ini bukan karena Shu ikhlas melepaskan perguruan yang di bangun nya dengan mudah di ambil paksa oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab, tapi Shu sedang memikirkan saat yang tepat, dan terbaik untuk bisa kembali mengambil apa yang menjadi hak nya Mass,"Misy dengan sigap dan tegas berbicara seperti itu sehingga membuat Mass merasa jika apa yang di katakan Misy benar adanya. " Ya pacar mu benar Mass, itu lah yang sedang aku pikirkan, dan tak usah terburu-buru karena jika kita terburu-buru itu tak akan membuat kita bisa menang dengan tujuan kita, tapi itu bisa saja membuat kita malah akan celaka. Jadi aku tegaskan padamu sekarang agar bersabar, dan jangan berfikir tentang balas dendam, tapi fokus lah untuk kesembuhan mu Mass. Itu yang utama,"Shu dengan meyakinkan Mass bicara seperti itu. " Shu Misy buk," " Ya benar yang dikatakan Shu Mass. Itu yang utama, dan sekarang kau harus fokus, sangat fokus untuk penyembuhan mu Mass. Jangan terus saja membuat ku khawatir dengan keadaan mu yang seperti ini Mass, kau sudah berjanji kepada ku kan Mass agar tak membuat ku khawatir kembali. Kau sudah mengingkari janji mu itu Mass, aku harap sekarang kau mengganti janji mu yang sudah kau ingkari dengan fokus terhadap kesembuhan mu Mass, dengan begitu aku tak merasa sangat khawatir lagi dengan keadaan mu yang seperti ini,"Misy memojokkan Mass dengan berkata seperti itu, membahas tentang janji yang Mass ingkari sehingga saat itu Mass tak bisa beralasan kembali untuk lebih memikirkan tentang balas dendam di bandingkan dengan kesembuhan kondisinya. " Baik Misy, maafkan aku Misy sudah membuat mu khawatir dengan sangat, karena aku yang seperti ini. Tapi aku masih ingin tahu bagaimana kau, dan guru bisa tahu bahkan menyelamatkan aku saat itu? kau bilang jika tak akan menyembunyikan hal apapun dari ku kan Misy?"tanya Mass, seperti itu. " Ya Mass tentu saja aku akan menceritakan nya padamu Mass. Tak lama saat kau pergi dari rumah ini, Nina terbangun Mass bahkan kesadaran nya sangat baik, pulih saat itu. Aku pun sempat bingung dengan sikap Nina yang saat itu langsung saja bicara tentang mu yang pergi, bahkan Nina tahu jika kau akan pergi ke tempat dimana sebuah pesan merujuk mu untuk mendatangi tempat tersebut. Dengan sangat membuat ku kaget Nina tiba-tiba bicara agar menyelamatkan mu Mass Nina bilang, jika tempat itu bukan tempat yang bisa kau hadapi sendirian Mass, Nina berkata jika kau dalam bahaya Mass tanpa lama Nina langsung saja menceritakan apa yang ada disana, dan bagaimana rencana Soe untuk membereskan mu Mass. Sedikit nya saat itu Nina tahu apa yang Soe rencanakan untuk bisa memancing mu keluar sehingga Soe bisa menangkap mu, Misy menceritakan telat dengan kejadian yang menimpa mu Mass. Saat itu aku lihat kau begitu lemas dengan tubuh, dan wajah mu yang sudah babak belur di buat penjahat-penjahat tersebut. Saat Nina sudah menceritakan semuanya tanpa berfikir lagi aku, dan Nina langsung saja menuju tempat mu berada Mass, meskipun kami tak terlalu yakin takutnya Soe mengganti tempat yang Soe siapkan dalam rencana nya melakukan eksekusi untuk mu. Tapi meskipun begitu kami tak kehilangan akal kami langsung saja menuju tempat yang Nina pikirkan meskipun tak tahu pasti kau disana atau tidak. Saat itu aku bersyukur sekali karena dengan begitu baik Nina mengingat apa yang Soe katakan bahkan Nina sangat ingat dengan kendaraan yang biasa di gunakan anak buah Soe dalam bertugas, saat kami melewati sebuah jalan yang tak jauh dari tempat mu itu, Nina melihat mobil para penjahat tersebut, sehingga tanpa berfikir kembali Nina langsung saja mengubah arah laju kendaraan mengikuti mobil yang Nina lihat adalah mobil para penjahat tersebut. Kami terus saja mengikuti kemana kendaraan tersebut melaju, sampai kami melihat jika kendaraan tersebut menjemput seseorang di sebuah rumah yang terlihat kosong sudah lama tak berpenghuni, jauh dari tempat itu kami berhenti untuk melihat keadaan disana. Nina dengan sangat tepat bicara jika orang yang di jemput di rumah tersebut adalah Soe, dengan sigap tentu saja Nina bersembunyi saat mobil tersebut lewat. Saat Nina berfikir jika mobil yang membawa Soe sudah jauh pergi, Nina langsung saja mengajak ku untuk pergi masuk ke rumah tersebut, tapi Nina berfikir bisa melewati penjaga tersebut yang berada di depan pintu tersebut dengan menjadikan Nina sebagai umpan saja lagi untuk mengalihkan perhatian mereka, karena Nina adalah bagian mereka, dan masih menjadi bagian dari mereka Nina bisa dengan mudah untuk mengalihkan perhatian mereka seperti apa yang Nina pernah lakukan saat membantu Mass mengalihkan perhatian seorang pria di dalam mobil, dekat sebuah rumah yang menyekap Misy saat itu. Tapi meskipun aku bisa lolos dari situ, sepertinya aku tak akan mudah untuk menolong mu karena di dalam rumah tersebut pasti ada orang juga yang menjaga mu Mass, dan benar saja apa yang Nina pikirkan saat itu Mass,"Misy mencoba bercerita sedetail mungkin kepada Mass saat itu. " Lalu bagaimana kau bisa masuk untuk menyelamatkan ku saat itu Misy? kau menyelamatkan ku dengan mempertaruhkan keselamatan mu Misy? apa yang sebenarnya kau pikirkan Misy? bagaimana jika saat itu Soe, dan anak buahnya," " Cukup diam dan dengarkan dulu aku bicara Mass. Satu hal yang aku akan jawab pertanyaan mu barusan Mass. Jika Soe atau anak buahnya Soe bisa menangkap ku, aku tak mungkin berada disini berbincang dengan mu Mass. Baiklah aku akan lanjut bercerita Mass saat itu aku sudah dan Nina sudah kebingungan Mass, sehingga aku pun nekat saja akan terus masuk dan mencoba untuk menyelamatkan mu Mass, kami akan melakukan sebuah rencana yang di pikirkan Nina saat itu. Tanpa bicara lagi aku, dan Nina akan keluar dari mobil tersebut, tapi beberapa langkah kami sudah mendekati sebuah rumah tersebut terlihat jika ada seorang pria yang langsung saja menghajar dua orang pria yang berjaga tersebut sampai, pria itu bisa membereskan 2 pria penjaga tersebut, dan langsung saja masuk ke rumah yang Nina sangka menjadi tempat Soe mengurung mu Mass. Saat itu kami juga langsung saja berlari ikut masuk ke dalam sana Mass, karena 2 penjaga tersebut sudah berhasil pria itu lumpuhkan sampai tak sadarkan diri Mass maka kami pun bisa dengan mudah masuk ke dalam rumah tersebut. Oh ya satu hal Mass kau pasti tahu siapa pria yang aku maksud disini kan Mass? kau hanya perlu jawab ini dalam hari saja Mass aku yakin jawaban mu benar Mass. Dia sangat hebat sehingga dengan mudah dia bisa melumpuhkan 2 penjaga tersebut, kami pun dengab cepat ikut masuk, lalu terlihat jika pria tersebut akan menghampiri mu yang sudah dalam keadaan tak sadarkan diri Mass, dengan tangan, dan kaki yang terikat, beserta kepala mu yang tertunduk dengan sebuah pipa yang sudah di pegang penjahat tersebut di atas kepala mu. Penjahat tersebut terlihat siap menghantamkan pipa tersebut, dia mengayunkan pipa itu berniat memukulkan ke kepala mu yang saat itu tertunduk Mass. Tapi untung nya pria itu, Shu maksud ku menendang pria yang sudah siap menghantamkan pipa tersebut ke kepalamu, sehingga pria itu tak terhempas karena tendangan Shu yang sangat keras tanpa bisa dia menghindari tendangan itu, sehingga saat itu pria tersebut tak jadi menghantam mu menggunakan pipa tersebut karena dibuat terhempas oleh Shu. Dengan cepat Shu menghajar kembali satu pria yang sama sedang mengajar mu itu Mass, tanpa ampun Soe menghajar mereka sampai Shu bisa membuat mereka tak sadarkan diri. Shu yang saat itu tak sadar karena fokus menghajar 2 pria tersebut, tak tahu jika kami juga sudah ada disana sehingga kami langsung saja melepaskan ikatan yang menjerat mu Mass, sehingga sampai Shu sudah selesai dengan mereka Shu berbalik, dan melihat jika kami sudah melepaskan mu Mass. Tanpa bertanya Shu langsung saja berkata kepada kami agar keluar membawa mu pergi Mass, dengan kami meminta Shu untuk ikut bersama kami karena Shu juga tentu saja harus aman dari mereka semua. Dan untung nya saat kami keluar bisa membawa mu, tak ada dari penjahat tersebut yang sadar, apa lagi bangkit kembali, dan bantuan pun tak ada sehingga kami dengan mudah bisa pergi dari sana Mass, dan sekarang disini lah kita aman,"Misy pun bercerita seperti itu kepada Mass yang saat itu dengan sangat fokus, mendengarkan cerita Misy, yang bercerita bagaimana cara mereka menyelamatkan Mass saat itu. " Apa Misy? Nina? maksud mu Nina yang merencanakan semuanya Misy? ini berarti maksud mu Nina, Misy?" " Ya Nina Mass, Nina yang menjadi otak dari semua ini Mass, jika bukan karena Nina aku tak tahu harus berbuat apa, aku tak akan tahu keadaan mu, bahkan aku mungkin tak akan bisa menolong mu Mass, semua nya tentang Nina Mass. Aku sangat berterima kasih kepada Nina Mass,"Misy pun mengatakan seperti itu kepada Mass yang seolah tak percaya jika ini semua adalah karena Nina yang dengan sangat pintar melacak Mass dengan semua pengetahuan nya tentang rencana Soe. " Nina, Misy dimana Nina sekarang Misy? aku ingin bertemu dengan nya Misy. Dia ada akan Misy?"Mass pun akan beranjak dari tempatnya tidur, tapi tak bisa karena kondisi Mass yang saat itu masih lemas. " Cukup Mass jangan memaksakan diri, baik aku akan memanggil Nina Mass tapi kau cukup diam disini jangan beranjak,"ujar Misy yang saat itu mencoba untuk memanggil Nina yang sepertinya ada di balkon rumah ini. Dengan melamun Mass berfikir jika Nina dengan sampai seperti ini membantu Misy, sehingga bisa menyelamatkan Mass yang saat itu bisa saja menjadi hari terakhir Mass. Mass bertanya-tanya apa Mass masih bisa curiga terhadap Nina jika Nina seperti ini, Nina memang bicara jika Nina tetap menjadi bagian dari Soe tapi Nina bisa saja berubah, dan dengan ini Nina menunjukan kepada Mass jika Nina mencoba untuk berubah, bahkan bukan hanya berubah tapi Nina sudah berubah sampai Nina melakukan hal seperti ini untuk menolong Mass. Misy berkata jika Nina memang akan merubah sifatnya Misy tak akan menutup kemungkinan jika Misy akan terus menganggap Nina. " Apa Nina mencoba untuk berubah? apa Nina tak mengikuti kembali Soe yang ingin agar Nina juga menjadi penjahat? apa Nina memikirkan dengan baik apa yang Misy bilang kemarin, sehingga Nina memutuskan untuk menjadi seseorang yang lebih baik, untuk memperbaiki hidup Nina juga? tapi Maas jujur saja jika dalam pikiran nya Mass merasa jika Nina memang orang yang sangat membingungkan saat ini,"dalam hati Mass berfikir seperti itu. Tapi saat Mass berfikir seperti itu, Mass teringat dengan kejadian yang menimpanya ini. Jika sampai bukan Nina, sepertinya Mass tak akan sampai bisa diselamatkan, Misy saja tak akan bisa menemukan dimana Mass kemarin malam. Sehingga Mass tentu tak bisa jika harus terus saja menganggap jika Nina masih saja terus menjadi seorang anak buah penjahat yang ingin terus bersifat jahat. Mass harus ingat jika Nina sudah menolong Mass sampai seperti ini, bisa saja Nina memang berfikir untuk menjadi orang yang lebih baik, perlakuan nya menolong Mass menjadi sebuah bukti jika Nina berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik. Lalu saat Mass sedang terus saja berfikir seperti itu Misy datang dengan menggandeng Nina. " Mass jika kau ingin aku pergi dari sini baik aku akan pergi, kau tak perlu membuang tenaga mu untuk marah-marah atau pun emosi melihat ku yang masih saja ada disini. kau harus pikirkan kesehatan mu Mass, jangan karena emosi penyembuhan tubuh mu menjadi terhambat,"dengan wajah yang akan meneteskan air mata Nina berkata seperti itu, lalu berbalik seperti akan meninggalkan Mass. " Nina terima kasih. Terima kasih untuk semuanya jika bukan karena bantuan mu Misy akan kesulitan menyelamatkan ku. Aku sudah mendengar semua nya, bagaimana caranya aku sampai bisa ada disini, Misy sudah menceritakan semuanya kepada ku Nina, terima kasih"Mass dengan merasa terharu karena orang yang sangat Mass curigai dan orang tersebut masih menjadi anak buah seorang penjahat bisa melakukan kebaikan seperti ini. " Kita beruntung Mass, Nina membantu kita sampai seperti ini, kita tak salah memilih seorang teman Mass,"dengan meneteskan air mata dan menatap Mass dengan kosong Misy berkata seperti itu. " Ya kau Misy kan? kau benar tentang hal ini, Mass sangat beruntung dalam hal ini kalian tak salah memilih orang untuk kalian jadikan sahabat. Mass harus kau ingat jika seseorang memiliki jalan hidup nya berbeda-beda jika kau bertemu dengan seseorang yang bertentangan dengan sifat mu, kau tak bisa membuat orang itu berubah menjadi seperti apa yang kau inginkan. Tapi Mass yang lebih penting yang ingin aku katakan adalah wanita yang bernama Nina ini berubah menjadi seseorang yang berguna bukan karena siapa-siapa, tapi Nina berubah atas kehendak nya sendiri Mass. Aku bertanya kepada mu apa saat kau menolong Nina, lantas kau memberikan sebuah syarat kepada Nina, jika Nina ingin kau tolong Nina harus melakukan apa yang kau inginkan Mass? kau berkata seperti itu kepada Nina? aku yakin jika kau tak berkata seperti itu kepada Nina saat kau menolong Nina Mass. Kau sudah menjadi seseorang yang lebih baik Mass, sekarang kau tinggal melanjutkan sifat dermawan mu itu Mass, aku yakin kau pasti bisa Mass untuk merubah hal besar saja kau bisa, untuk hal ini kau tak perlu merubah sesuatu Mass hanya melanjutkan nya, aku sangat yakin kau bisa melakukan nya,"Shu ikut berkata sesuatu mengenai hal yang sedang terjadi, Shu sampai menegaskan tentang sifat seseorang agan Shu bisa memotivasi Mass yang saat ini memang membutuhkan nya untuk bisa mengambil keputusan tentang kepercayaan nya terhadap Nina. " Iya guru terima kasih juga untuk mu, karena jika tak ada kau tentu saja Nina, dan Misy akang sangat kesulitan untuk menyelamatkan ku, karena tentu saja harus melewati penjaga yang diluar, dan 2 orang yang ada di dalam yang sedang fokus menghajar ku, tapi karena ada nya kau Nina, dan Misy bisa dengan mudah melepaskan ku terima kasih guru. Dan untuk mu Nina, apa yang kau pikirkan sehingga kau berkata seperti itu, aku tak akan emosi apa lagi aku marah-marah ke padamu, aku bukan orang gila Nina, yang malah marah terhadap orang yang sudah menyelamatkan hidup ku Nina, jika tak ada kau yang sigap sepertinya aku sudah tinggal nama sekarang Nina, tapi semuanya bisa berubah karena pertolongan mu Nina. Untuk itu aku sangat menyayangkan perkataan mu yang malah akan pergi Nina, aku tak ingin kau pergi Nina. Kau ingat apa yang di katakan Misy malam kemarin? Misy berkata tak akan menarik kata-katanya yang mengatakan jika kau sudah menjadi bagian dari kami, saat kau jujur jika kau masih bagian dari seorang penjahat yaitu Soe, itu tak membuat kami menjadi takut apa lagi ingin mengusir mu dari rumah ini Nina, tapi kami akan terus saja menolong mu untuk menemukan hidup sebenarnya yang sedang kau cari Nina. Aku berhutang nyawa padamu Nina jika sampai aku malah mengusir mu hari ini aku lebih dari orang gila. Aku mohon padamu Nina diam, dan terus tinggal lah disini, kita menjadi keluarga yang saling melengkapi Nina. Aku sudah janji kepada Misy dan kau, jika aku akan membantu mu mendapatkan apa yang sedang kau cari Nina, maka dari itu jika kau merasa belum mendapatkan apa yang kau cari tetaplah bersama kami disini untuk sama-sama mencari apa yang kau cari Nina,"dengan meyakinkan Nina, Mass bicara seperti itu, dengan tujuan untuk meyakinkan Nina jika Mass, dan Misy akan terus membantu Misy sampai Misy mendapatkan apa yang sedang Misy cari yaitu kehidupan nya yang normal, bukan kehidupannya yang penuh jeratan, paksaan, dan kurungan seperti ini. " Kau yakin dengan apa yang kau katakan Mass? kau tidak lupa kan jika aku adalah anak buah seorang," " Aku tak akan pernah lupa tentang itu Nina, tapi sebuah ungkapan itu bisa diredam dengan sikap mu yang seperti ini Nina. Untuk seorang anak buah penjahat kau terlalu baik Nina, kau terlalu bijak dalam hal seperti ini. Sebenarnya kau tidak pantas jika harus mendapat gelar anak buah penjahat, kau itu orang baik Nina, kau bukan seorang penjahat,"memotong pembicaraan Nina, dengan yakin, seyakin-yakinnya Mass berbicara seperti itu, berharap Nina termotivasi untuk terus menjadi orang yang lebih baik. " Terima kasih Mass. Jika memang tak merepotkan mu dan Misy, tentu saja aku ingin berada bersama kalian, dengan bimbingan kalian agar aku bisa menjadi orang yang lebih baik lagi Mass. Terima kasih,"Nina bicara seperti itu sambil meneteskan air mata. " Kami bersyukur kamu berfikir seperti itu Nina, kami sangat menerima dengan baik kedatangan mu di keluarga kami Nina,"sambung Misy yang saat itu terharu menyaksikan Nina, dan Mass. " Ya bagus lah, sepertinya semua orang disini sudah menemukan arti sebuah kebersamaan, yang berarti sebuah kebersamaan bisa mengalahkan segala halangan, tantangan, dan rintangan bahkan seberat apapun rintangan tersebut. Kita bisa melihat dari kejadian yang menimpa Mass, Nina yang seorang anak buah penjahat, aku yang hanya guru perguruan Mass, dan Misy seorang pacar dari Mass, jika tak ada Nina, Misy akan kesulitan menyelamatkan Mass, begitu pun aku yang tak tahu apa-apa tentang Mass yang saat itu sedang berada dalam bahaya, tapi karena sebuah pemikiran bagus, dan sangat baik dari seorang anak buah penjahat ini lah kita bisa berkumpul disini sekarang, dengan Mass yang bisa kita selamatkan dalam keadaan hidup ya meskipun Mass mengalami sebuah tragedi yang membuat Mass trauma akan hal itu. Dan sekarang harus berbaring beristirahat untuk mengembalikan kesehatan Mass. Tapi satu hal yang paling ingin aku bicarakan adalah, bagaimana pun seseorang tersebut berprilaku, kita tak bisa langsung saja memiliki sebuah pemikiran, jika dia akan terus saja berprilaku jahat berikan dia waktu untuk berfikir, berikan motivasi kepada nya agar dia bisa berfikir lebih luas, sehingga dia bisa mendapatkan sebuah pemikiran yang menyadarkan nya. Seperti apa yang di lakukan Misy kepada Nina, Nina bilang jika Nina adalah bagian dari seorang penjahat, tapi dengan motivasi yang diberikan Misy kepada Nina, Nina menjadi bisa berfikir lebih bijak, sehingga seorang anak buah penjahat bisa menyelamatkan seseorang yang berada dalam jeratan penjahat, dan sekarang apa anak buah penjahat tersebut masih bisa dianggap seorang penjahat? pertanyaan yang lebih penting adalah apakah anak buah penjahat tersebut jahat? Mass kau ingat hari terakhir kita bertemu sebelum kejadian? aku kecewa, sangat kecewa padamu karena sikap mu, tapi sekarang aku melihat mu yang seperti ini, kekecewaan ku berbalik 180° menjadi sebuah kebanggaan, aku memang sudah bangga dengan kau yang memang menjadi seseorang no 1 di perguruan yang tidak sombong, lalu kebanggan ku itu kau buat menjadi sebuah kekecewaan karena sikap mu juga yang terlalu acuh, dan hanya memikirkan dirimu sendiri. Tapi Mass hari ini aku sudah mengembalikan kebanggaan ku terhadap mu lagi dengan hal ini Mass. Kau ingat kan apa yang aku katakan saat itu Mass? dan sekarang kau bisa berubah seperti ini, apa alasan mu hingga bisa seperti ini Mass?"dengan sangat antusias melihat Mass yang seperti sekarang ini Shu bicara seperti itu sehingga bisa membuka kembali pikiran Mass yang awal nya memiliki keraguan dengan Nina. " Ya aku sangat ingat dengan apa yang kau katakan guru, bahkan aku sangat mengingat nya. Saat itu memang aku merasa sangat sakit karena mendengar mu berkata seperti itu, tapi setelah aku berfikir kembali, kau bukan tak suka dengan ku tapi kau tak suka dengan sikap ku yang hanya mementingkan diri sendiri guru. Saat itu aku memikirkan dengan sangat apa yang kau katakan bahkan aku berjalan pulang tak sedikit pun aku lupakan apa kata-kata mu itu, tapi aku tak berfikir hal buruk dengan perkataan mu yang menyakiti ku guru, aku berfikir kembali mungkin saat itu kau bicara seperti itu bukan maksud mu melukai perasaan ku tapi untuk memberikan motivasi kepada ku agar aku bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. Lalu sekarang aku yakin dengan pemikiran ku itu, bahwa benar yang aku pikirkan kau mencoba memberikan ku motivasi, bukan memberikan ku ancaman guru. Terima kasih karena kau lah aku bisa seperti ini sekarang, dan sekarang tentu saja apa yang akan aku lakukan adalah menolong mu mengembalikan apa yang menjadi milik mu guru, aku akan mengerahkan segalanya apa yang aku bisa untuk mengembalikan semua yang harus nya tetap ada di tangan mu guru,"dengan penuh rasa bersyukur dan motivasi yang tinggi dari Shu, Mass dengan sangat yakin bicara seperti itu. " Bagus Mass, aku yakin kau akan bisa melalukan itu, tapi sebelum melakukan itu bersama ku tentu saja kau harus mengembalikan kondisi mu menjadi sangat prima seperti sedia kala bukan seperti yang sekarang ini Mass,"sambil menepuk pipi Mass yang saat itu babak belur Shu bercanda bicara seperti itu. " Ah, aw, guru bisa kau tak menepuk ke pipiku ini sekarang?"Mass kesakitan saat itu Tapi Mass tahu jika Shu bercanda saat itu, itu hanya sebuah ungkapan yang bertujuan untuk Mass agar mementingkan kesembuhan nya agar dengan cepat bisa, melaksanakan apa yang dikatakan Mass pada Shu. " Baiklah sudah di putuskan jika mulai hari ini, kita semua adalah keluarga, Mass aku sangat berharap kepada mu agar bisa terus menjadi seseorang yang bijaksana dalam hak apapun termasuk hal ini, jangan biarkan kepercayaan ku rusak dengan sikap mu. Nina mulai detik ini kau bukan anak buah seorang penjahat, tapi kau adalah sahabat ku Nina, siapapun yang melukaimu berarti dia juga melukai ku juga. Nina aku harap kita bisa belajar bersama mulai saat ini, terus belajar untuk menjadi orang yang lebih baik lagi Nina. Dan yang terakhir, guru aku tahu aku baru mengenalmu arena tragedi ini juga tapi aku sudah yakin dengan mu, aku berharap semoga kau bisa mengajarkan kepada kami dari arti sebuah kebersamaan, dan semua hal yang kami perlukan untuk menjadi sebuah keluarga yang bisa terus bersama, memikirkan satu sama lain bukan hanya memikirkan diri nya sendiri, kau bisa mengubah Mass yang dulu kurang bertanggung jawab dan sekarang aku mohon kepadamu agar terus mengajarkan kami hal baik sehingga kami bisa terus menjadi orang yang baik guru. Hari ini bukan hanya Mass yang menjadi anak buah mu tapi kami semua juga adalah anak buah mu, semoga guru bisa mengajarkan ilmu-ilmu yang sangat berguna bagi kami semua,"dengan keyakinan yang kuat Misy berbicara seperti itu, dan memutuskan untuk menjadi seorang murid dari Shu yang awal nya hanya guru Mass saja. " Aku juga hanya manusia biasa, yang menentukan jalan kehidupan kalian tetap saja kalian yang menjalaninya, aku hanya bisa berkata, mengarahkan kepada kalian tapi di luar itu kalian sendiri yang memutuskan akan ikut dengan arahan yang aku berikan. Menjadi seorang guru bukan lah hal yang mudah, tapi setiap manusia diberikan kekuatan untuk bisa mengatasi hal yang tidak mudah, atau sulit dan aku tak akan menghindar dari kesulitan itu justru aku akan menghadapi kesulitan itu. Salah satu dari kesulitan itu di mulai sekarang tapi aku sudah bilang kan tak akan kabur dari kesulitan tersebut, justru aku akan menghadapi kesulitan itu, untuk kalian berdua, Misy, dan Nina yang baru akan belajar bersama ku, kita akan belajar untuk menjadi orang yang lebih bijaksana lagi mulai dari sekarang, aku akan merasa sangat senang jika aku bisa mengajarkan hal yang benar untuk kalian semua, untuk itu aku akan terima tanggung jawab ini untuk menjadi guru kalian,"Shu dengan sangat yakin bicara seperti itu. Sehingga mulai hari ini Mass, Misy, dan Nina menjadi teman seperguruan yang Shu bimbing. Dan menjadi satu keluarga yang siap menghadapi segala hal bersama, bukan hanya memikirkan diri sendiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN