Tempat Terbaik.

4247 Kata
Saat itu Mass, dan yang lain nya masih membahas tentang Soe, yang sudah membuat Mass merasakan perih nya siksaan dari seorang penjahat keji. Memang mental Mass merasa down karena hal keji yang tak mengenal ampun kepada orang yang berani melawan Soe seperti Mass saat itu, tapi Mass tak takut dan tak kapok, bahkan Mass tak merasa jika dirinya takut untuk kembali menghadapi Soe, dan anak buah nya, justru Soe siap untuk kembali menghadap Soe, sayang nya keadaan Mass tak memungkinkan sehingga untuk beberapa hari ini, lupakan keinginan Mass untuk balas dendam, dan lebih utamakan saja dulu kesehatan Mass yang sangat harus dijaga agar pemulihan luar, dan dalam tubuh Mass bisa secepatnya pulih kembali. " Guru apa kita tak akan apa-apa, maksudku sepertinya kita lebih baik untuk pergi dari sini, jangan terus saja menetap di tempat ini karena saat aku di tahan oleh Soe waktu itu, Soe turun langsung untuk menyaksikan anak buah nya menghajar ku bahkan Soe sendiri sempat turun langsung untuk melayangkan beberapa pukulan kepada ku. Yang lebih penting ingin aku katakan adalah, saat itu Soe berkata jika dia bisa tahu keberadaan ku, dan Misy, beserta Nina itu disebabkan oleh Nina. Aku masih belum sempat berfikir, bagaimana cara Soe tahu tentang keberadaan ku melalui Nina, tak mungkin jika Nina menginformasikan keberadaan ku kepada Soe, tapi jika memang Nina yang melaporkan keberadaan ku bagaimana Nina melakukan nya guru? dengan apa?"Mass berkata apa yang di dialami nya saat menjadi tawanan Soe, dan berkata seperti itu. " Jika Soe adalah penjahat besar, untuk mengetahui posisi seseorang tak akan sampai menyusahkan nya Mass, Dia bisa saja menyelidiki diam-diam saat ada yang keluar ke sebuah tempat dimana Soe menyimpan anak buahnya, misalkan Misy pergi ke tempat dimana anak buah Soe sedang mengintai, tanpa diketahui Misy tentu anak buah Soe mengikuti Misy sampai kemari, dan membuat Soe bisa tahu keberadaan mu Mass,"Shu membicarakan apa yang ada dalam pikiran nya mengenai Soe yang bisa tahu keberadaan Mass lewat Nina. " Ya apa yang kau pikirkan masuk akal juga guru, tapi aku pikir tak mungkin seperti itu kejadian nya guru. Maaf guru tapi mereka bisa tahu keberadaan ku tak lama setelah Nina ada bersama Misy, tinggal di rumah Misy. Aku ingat guru aku salah, yang sebenarnya mereka ketahui adalah rumah ini rumah Misy, bukan rumah ku dan bagaimana Soe bisa tahu keberadaan ku tidak seperti yang kau pikirkan guru. Maksud ku seperti ini, aku akan menceritakan bagaimana Nina bisa ada, tinggal bersama Misy disini. Siang itu aku berhasil menyelamatkan Nina yang di sekap di sebuah rumah yang tak jauh dari perguruan, saat aku berhasil menyelamatkan Nina aku langsung saja membawa ke rumah ku, karena tak enak aku menyimpan seorang wanita dengan keadaan yang tidak sadar saat itu, aku langsung menghubungi Misy agar datang ke rumah ku. Beberapa saat Misy datang, aku bertanya kepada Nina dimana tempat tinggal Nina tapi Nina menjawab jika Nina tak tahu, aku, dan Misy pun bingung kemana harus mengantarkan Misy pulang sampai kita berbincang tanpa Nina ketahui saat itu lalu dengan aku yang kurang setuju, tapi Misy yang sangat yakin untuk membawa Nina ke rumah Misy, agar tinggal di rumah Misy sementara waktu, saat itu aku tak bisa menghalangi Misy yang saat itu begitu keras dengan keputusan nya. Karena hari itu sudah malam aku pun tak banyak bicara lagi sampai Nina akhir nya tinggal di rumah Misy untuk sementara waktu. Malam itu Misy langsung saja pulang ke rumah ini dengan Nina yang aku antar saat itu, tak ada yang aneh malam itu hanya saja Nina mengigau memanggil ibunya, bahkan sampai seperti yang sedang berbicara dengan ibu nya tapi Nina hanya bicara sendiri tanpa membuka mata saat itu. Keesokan harinya Misy, dan aku bertemu membicarakan apa yang Nina alami malam itu, sampai aku datang saja ke rumah Misy tadinya niat ku akan berbincang dengan Nina bertanya tentang hal itu, tapi belum aku sempat bertemu dengan Nina dan berbincang, saat aku sampai lalu masuk ke rumah Misy, rumah Misy berantakan barang-barang pecah, berserakan, seperti nya ada seorang penjahat yang datang bukan rampok karena barang-barang Misy tak ada yang hilang sedikit pun, itu lah kenapa aku mengira jika yang datang adalah penjahat bukan perampok. Sekarang aku akan bercerita inti pembicaraan ku ini, yang aku pikirkan adalah jika mereka tahu posisi ku karena mereka mengikuti Misy, malam itu sampai esok hari Misy tak pergi kemana pun Mass, lalu Soe juga bilang jika dia bisa tahu posisi ku karena Nina guru, bukan karena Misy,"Mass menceritakan asal mula Nina yang bisa tinggal bersama Misy, untuk membahas, mencoba mengetahui darimana Soe bisa tahu keberadaan Mass. Saat mereka berbincang tiba-tiba suara ponsel berbunyi, yang ternyata ponsel yang berbunyi itu adalah ponsel Misy. Tak lama sejak ponsel Misy bersuara Misy yang sedang berada di balkon bersama Nina pagi itu, langsung saja mengambil ponsel nya, dan mengangkat panggilan ke ponsel nya tersebut. " Hey Misy, kau sudah selesai dengan orang yang menghubungi mu itu?"tanya Shu. " Ya guru, sudah, aku sudah selesai dengan orang yang menghubungi ku, ada yang bisa ku bantu?"jawab Misy. " Ya sebenarnya aku berfikir sesuatu, bisa kau kemari?"Shu kembali bertanya. Mass yang saat itu berbaring mencoba untuk, duduk saat itu. " Mass biar ku bantu, cukup seperti ini kau tak boleh beranjak lagi Mass,"ujar Nina sambil memegangi Mass membantu nya untuk duduk. " Ya tentu Misy, terima kasih,"jawan Mass. " Mass bisa aku pinjam ponsel mu?"tanya Shu. " Ya tentu guru. Misy maaf ponsel ku ada di meja, tolong kau ambilkan,"ujar Mass. " Ya tentu Mass, ini guru. Apa yang akan kau lakukan guru? aku bisa membantu mu lagi?"Misy kembali bertanya. " Aku kira cukup, kau tinggal amati saja apa yang akan aku lakukan sekarang,"ujar Shu. " Baiklah, kau sudah memegang ponsel ku, dan milik Misy. Lalu apa yang akan kau lakukan Shu? membuat panggilan jarak dekat?"ujar Mass sambil sedikit bercanda. " Hem ternyata kau bisa bercanda juga Mass. Perhatikan ini,"Mass menunjukan kedua ponsel tersebut setelah Mass terlihat sedikit mengotak-atik ponsel Maas, dan Misy,"ujar Shu dengan berkata seperti itu. " Ya tentu saja sedikit hehe. Hah? sebuah GPS guru? lalu apa yang harus aku amati dari ini guru?"terlihat bingung Mass bertanya seperti itu. " Kau menjadi sedikit bodoh karena keadaan yang seperti ini, atau memang dari dulu kau tak terlalu pintar Mass? Misy bisa kau panggil Nina kemari? kalian tak sedang melakukan hal yang tak bisa di ganggu kan?"sedikit bergurau kepada Mass, Shu berkata seperti itu. " Ya baik lah guru, tentu kami tak sedang melakukan hal yang berarti hanya sedang berdiam diri saja,"Misy menjawab sambil langsung pergi ke balkon rumah untuk memanggil Nina, yang saat itu masih berada di atas. " Ya guru, kau ingin bertemu dengan ku?"Nina bertanya. " Ya tentu Nina. Tenang saja tak ada apa-apa tak usah merasa tegang,"dengan tersenyum menenangkan Nina Shu berkata seperti itu. " Ya tentu tidak guru, apa yang harus aku lakukan?"tanya Nina. " Bisa aku meminjam ponsel mu Nina? tadi aku sudah meminjam ponsel Mass, dan Misy untuk membuat sebuah channel di dalam ponsel kami, tinggal kau yang belum, bolehkah aku meminjam ponsel mu?"tanpa berlama-lama lagi Shu langsung saja bertanya seperti itu kepada Nina. " Ponsel? tapi guru dari pertama datang sampai hari ini aku tak melihat jika Nina membawa sebuah ponsel,"dengan sedikit bingung karena tak melihat Nina membawa sebuah ponsel Misy bertanya. " Tidak Misy, tidak, aku bawa, aku membawa ponsel dari saat hari itu sampai hari ini ponsel itu ada di,"dengan sambil mencari-cari ponsel nya di saku celana, Nina meraba-raba area saku di pakaian nya. " Apa yang kau lakukan Nina? kamu mencari ponsel mu? dari awal kamu kesini aku tak melihat kau menggenggam ponsel sekali pun Nina. Lalu sekarang kau coba mencari nya? kau tak akan menemukan nya disini Nina,"Misy bicara seperti itu. " Tapi Misy, aku membawa ponsel ku Misy, aku hanya lupa dimana aku menyimpan ponsel ku Misy,"dengan wajah yang khawatir Nina berkata seperti itu. " Oke, oke baik cukup Nina, jika kau memang hanya lupa dimana kau menyimpan ponsel mu saat sudah ada disini, ini ponsel Mass kau bisa tuliskan nomor ponsel mu Nina, dan kita akan mencari ponsel mu dengan menggunakan panggilan dari ponsel Mass ini, bisa kau lakukan Nina?"Shu langsung saja menghentikan sikap Nina yang sudah mulai terlihat histeris karena mendapati ponsel nya yang tak ingat dimana Nina menyimpan nya. " Oh ya, kau benar guru, baiklah aku pinjam ponsel Mass,"Nina langsung saja memasukan nomor ponsel Nina di ponsel Mass. " Ini guru,"ujar Nina. " Baik lah, aku akan mencoba menghubungi nomor mu ini Nina,"Shu langsung mencoba menghubungi nomor yang Nina tuliskan di ponsel Mass. Menunggu beberapa saat tapi ponsel Nina malah tidak bisa dihubungi. " Nina kau kemari beberapa hari yang lalu kan? baterai ponsel mu tak akan bisa standby selama lebih dari 3 hari Nina. Itu berarti percuma jika kita punya nomor ponsel mu pun tak ada yang bisa kita lakukan untuk menemukan dimana ponsel mu,"realistis Shu bicara seperti itu. " Ya kau benar juga guru, Nina disini sudah lebih dari 3 hari itu berarti percuma kita punya nomor ponsel Nina, untuk mengetahui ponsel Nina ada disini atau tidak,"ujar Mass. " Ya itu yang sedang aku pikirkan Mass, dengan apa lagi cara kita bisa melacak ponsel mu Nina?"Shu berfikir saat itu. " Oh Nina aku tahu bagaimana cara agar bisa melacak ponsel mu, Shu bisa aku pinjam ponsel ku?"ujar Mass. " Ya tentu. Ini,"Shu menyerahkan ponsel Mass saat itu. Mass langsung saja sedikit mongotak-atik ponselnya, Mass terlihat agak kebingungan, kesusahan saat itu sampai beberapa saat kemudian. " Ah ini dia. Nina kau menyebut jika membawa ponsel saat menuju kemari kan? kita akan mencoba lacak, apa aku benar membawa ponsel atau kau hanya lupa saat itu. kita coba lihat sekarang aku sudah mendapatkan data dirimu disini tapi sepertinya kita masih harus menunggu agar lokasi keberadaan ponsel mu bisa terlihat,"Mass berkata seperti itu. " Mass kau bisa melacak ponsel Nina, ya Misy syukur lah aku masih ingat cara menggunakan GPS dalam sebuah ponsel?"tanya Misy. " Ya Misy aku bisa, aku belajar tentang cara menggunakan GPS, dan aku kira cara yang aku coba ini akan bisa berhasil Misy, ya meskipun jika sekarang ponsel Nina sudah tidak aktif karena kehabisan baterai, setidak nya caraku ini bisa berhasil melihat kapan, dan dimana terakhir ponsel yang aku lacak aktif, atau berada,"Mass menjawab seperti itu. " Ya bagus Mass aku kira, perkataan ku tadi yang menyebut mu bodoh tak benar,"ujar Shu bercanda. " Ya tentu saja guru aku bukan orang bod," " Tapi pikiran mu lambat dalam menyusun sebuah rencana Mass alias lemot, mungkin itu yang lebih tepat untuk dirimu, dan pikiran mu Mass haha. Ya baiklah Mass ayo lanjutkan apa yang sedang kau lakukan, agar secepatnya kita mendapatkan kebenaran tentang ini,"memotong pembicaraan Mass, Shu bergurau seperti itu. " Hem ya tentu guru, aku coba,"tertunduk Mass fokus terhadap ponsel yang sedang Mass coba operasikan ke mode pelacakan. Beberapa saat kami menunggu kembali dengan Mass yang terus saja mencoba untuk melacak ponsel Nina, yang saat itu entah ada atau tidak di rumah Misy. Tapi memang dari awal Mass menyelamatkan Nina di sebuah rumah penyekapan Nina tersebut, Mass tak melihat jika Nina membawa sebuah ponsel, tapi Mass tak berfikir buruk terlebih dahulu saat itu Mass terus saja mencoba. Saat itu memang Mass sudah bisa melihat data dari nomor yang sudah Nina berikan, dan benar jika itu adalah data diri dari Nina yang terdaftar di nomor tersebut. Tapi untuk bisa melihat lokasi dimana ponsel Nina saat itu, Mass masih harus menunggu proses dari pelacakan yang di usahakan Mass tersebut. Sudah agak lama kita menunggu lalu akhirnya. " Nah ini dia, oh sial tapi aku tak bisa mendapatkan posisi tepatnya dimana ponsel Nina berada, hanya ada gambar sebuah rumah dimana ponsel tersebut berada, jika hanya sebuah rumah tentu kita tak tahu rumah siapa ini,"ujar Mass, sedikit kesal. " Tunggu Mass, aku kira itu sudah cukup kau sangat hebat Mass. Sekarang di gambar rumah tersebut atau di bagian sekitarnya pasti ada sebuah link, atau alamat rumah tersebut bisa kau temukan itu Mass?"ujar Shu, dan bertanya seperti itu. " Link, atau alamat? oh ya tunggu guru jika alamat aku kira itu akan memakan waktu kembali, kita coba copy saja link yang ada disini, itu akan lebih cepat guru,. Nah ini dia,"jawab Mass, dengan langsung mengcopy link yang tersimpan disana. " Ya itu sudah, cukup. Sudah kau copy sekarang buka di sebuah aplikasi Map, dan masukan link tersebut Mass,"ujar Shu. " Ya baik Shu,"jawab Mass. Mass yang saat itu memegang ponsel nya, sudah mendapatkan apa yang di butuhkan dari sebuah pelacakan tersebut Mass langsung saja melihat ke map, dan memasukan link yang sudah Mass masukan tadi. Saat sudah terbuka, Mass bisa melihat sebuah rumah jelas bersama alamat, nama jalan, dan yang lain nya, sehingga langsung saja Mass menunjukan hal ini ke Misy. " Misy coba lihat dalam map ini, kau yang tinggal disini tentu kau tahu kan alamat rumah ini, ini kah?"Mass menunjukkan nya ke Misy dan bertanya seperti itu. " Iya Mass ini alamat rumah ku ini Mass," " Apa kau bilang, maksud mu ponsel ku memang berada disini Mass? dimana?"kaget Nina bertanya. " Aku juga tak bisa melihat lebih jelas Nina, hanya saja aku melihat alamat dimana ponsel mu berada Nina. Dalam alamat yang aku dapat ini, terlihat jika ponsel ini ada di rumah ini Nina, dan itu pun bukan hari ini tapi beberapa hari yang lalu saat ponsel mu itu masih menyala,"ujar Mass berkata seperti itu. " Itu bukan masalah besar Mass, kita mengetahui dimana alamat rumah ponsel Nina tersimpan saja itu sudah cukup Mass. Yang terpenting sekarang adalah, sudah pasti kan ponsel Nina memang ada di rumah ini hanya saja dalam pelacakan tersebut tidak sangat detail di ruang mana ponsel Nina berada, tak apa Misy yang aku tanyakan sekarang adalah apa dari 2 hari ini ada orang asing yang masuk ke dalam rumah ini Misy?"Shu berkata seperti itu dan bertanya kepada Misy. " Aku pikir saat kami berdua disini tak ada orang asing yang datang bertamu kemari guru, dan saat kami kemarin keluar pun tak ada yang seseorang, rampok, atau penjahat yang datang kembali, satu-satu, dan sekali-kali nya orang datang ke rumah ini hanya hari pertama saat Nina, tepat saat hari pertama Nina tinggal disini guru, seseorang yang masuk dan mengacaukan rumah ini. Aku kira hanya itu saja guru. Maksud mu cukup? lalu bagaimana cara kita bisa tahu, atau menemukan ponsel Nina guru,"Misy bercerita tentang itu, dan bertanya bagaimana bisa menemukan ponsel Nina yang di lihat dari pelacakan yang Mass lakukan ada di rumah Misy. " Ya kita harus lebih bekerja keras, kita cari secara manual, alias kita sendiri yang melacak tempat ini ke semua sudut di rumah ini,"jawab Shu. " Ya kau benar guru. Jika seperti itu ayo kita cari di semua sudut tempat ini. Aw, aw ah,"Mass bicara seperti itu dengan semangat, sambil mencoba berdiri. " Mass apa kau gila? apa yang kau pikirkan? meskipun Shu bicara kita sendiri yang harus mencari ke setiap sudut rumah ini itu bukan berarti kau yang masih seperti ini juga harus mengambil bagian dari ini Mass,"Misy langsung memegang Mass, dan membentak nya yang saat itu kesakitan, karena mencoba beranjak dari tempat nya duduk sehingga sakit di tubuh nya terasa kembali. " Pacar mu benar Mass, kau tak berfikir tentang kesehatan mu yang masih seperti ini? meskipun aku bicara agar kita mencari ke semua sudut, itu tak berarti kau juga harus ikut Mass. Aku melihat, dan memikirkan keadaan mu yang seperti ini sekarang. Tentu nya apa yang aku katakan barusan itu tak termasuk untuk mu Mass, cukup biarkan kamu yang bergerak, kau bisa membantu kami dengan duduk, beristirahat, agar keadaan mu pulih secepatnya Mass. Kau paham?"dengan tegas Shu bicara seperti kepada Mass. Mass hanya tertunduk menyesal dengan nya yang seperti sekarang ini. " Kau tak perlu terlalu memikirkan tentang ini Mass, kami bukan melarang mu tanpa alasan tapi kami sangat ingin kesehatan mu secepatnya pulih. Itu Mass,"tegas Misy bicara seperti itu. " Ayo semuanya, tak termasuk kau Mass. Kita cari ke seluruh tempat ini. Nina kau inginkan ponsel mu kan? jika seperti itu jangan berfikir buruk karena ponsel mu terlihat ada disini kan Nina, kita tinggal mencari nya Nina,"Shu bicara seperti itu kepada Nina yang sudah terlihat, khawatir meskipun hanya lupa dimana ponsel nya saat itu. " Ya guru tentu saja. tak apa-apa, ayo aku akan berusaha mencari nya,",jawab Nina dengan tersenyum. Saat itu mereka mencarinya ke semua sudut yang Nina pernah injak, di mulai dari balkon rumah sampai keluar rumah, ke dekat pagar rumah, sampai beberapa saat mereka kembali ke ruang dimana Mass terduduk. " Ada yang menemukan nya?"Shu bertanya. " Tidak,"Jawab Misy. " Aku pun tidak menemukan nya,"Nina pun menjawab. " Nina saat aku pergi ke rumah Mass, lalu kembali kemari dengan keadaan rumah ku yang sudah berantakan, kau tak terlihat ada di rumah ini saat kami kembali Nina. Bahkan agak sedikit lama kami menunggu mu untuk kembali kemari Nina, saat itu kau pergi kemana? mungkin bisa saja ponsel mu terbawa saat itu, apa itu mungkin? karena tadi Mass lihat jika ponsel ku berada disini sudah 2 hari yang lalu kan, bukan hari ini,"Misy mencoba untuk mengeluarkan apa yang Misy pikirkan saat itu. " Aku, aku, aku tak ingat aku pergi kemana saat itu Misy, tapi aku ingat jika hari itu aku tak membawa ponsel Misy. Berarti setelah ponsel ku berada disini aku tak membawa ponsel ku keluar lagi dari sini Misy,"dengan seperti kebingungan mengingat hal itu Nina menjawab. " Aku pikir itu terlalu jauh Misy, itu terjadi saat hari pertama Nina baru tinggal di rumah mu. Saat aku mencoba melacak ponsel Nina 2 hari dari sekarang ponsel Nina masih ada disini, dan Nina sudah berada di rumah ini lebih dari 2 hari kan Misy?"ujar Mass. " Oh ya Mass kau benar, maaf aku tak memikirkan jauh ke sana. Lalu sekarang bagaimana Mass?"tanya Misy. " Kau bisa mengingat kembali kejadian beberapa hari ini Nina, kau bisa terus mengingat kemana saja kau pergi, dan apa kau membawa ponsel mu saat pergi atau tidak Nina?"tanya Shu saat itu. " Aku sedikit ingat kemana saja aku pergi guru, bahkan terakhir kali aku pergi, tempat yang aku datangi adalah tempat dimana kita menyelamatkan Mass, dan itu pun aku pergi bersama Misy, dan aku tak membawa ponsel ku," " Aku ingat sesuatu Misy, Nina. Begini aku ingat jika Misy berkata,saat pertama kali Nina tidur di rumah ini Nina sempat mengigau pergi ke ruang dapur, dan seperti sedang berbincang melalui sebuah ponsel, dimana Misy bilang Nina memanggil-manggil kata ' ibu ', kejadian itu ada di ruang dapur, apa kalian sudah coba mencari di sana?"Mass ingat dengan sesuatu tersebut, dan langsung saja mengatakan hal seperti itu. " Ya Mass kau benar, aku memang sudah mencoba mencarinya di dapur tapi tak terlalu melihat ke setiap sudut. Saat itu ajh juga bicara jika saat aku lihat, dan mencoba untuk menghampiri Nina, Nina malah langsung saja pingsan tak sadarkan diri kan Mass. Aku pikir aku akan mencoba kembali mencari disana,"Misy menjawab seperti itu sambil pergi ke ruang dapur, di ikuti dengan Nina, dan Shu saat itu. Agak lama Mass menunggu mereka saat itu, Mass bertanya-tanya, ada apa, apa mereka menemukan sesuatu, atau mungkin mereka bisa menemukan ponsel Nina, Mass penasaran dengan itu karena mereka sudah lama saat pergi ke dapur untuk mencari ponsel Nina tadi. Mass berfikir akan menyusul mereka ke dapur untuk melihat apa yang terjadi disana, tapi Mass berfikir bagaimana cara Mass bisa pergi ke sana untuk melihat apa yang terjadi disana, jika berfikir akan berjalan, tadi saja saat Mass mencoba berdiri Mass bekuk kuat sehingga akan terjatuh saat itu, Mass memiliki ide saat itu, Mass akan merangkak saja ke sana, karena belum kuat jika harus berjalan. Ya Mass berfikir akan melakukan hal itu, saat Mass baru saja akan duduk ke bawah tiba-tiba. " Mass,"teriak Misy saat itu. Tentu saja Mass kaget mendengar Misy yang begitu keras memanggil Mass, sehingga saat itu Mass terjatuh ke lantai. " Aw Misy,"dengan nada kesal Mass bicara. " Oh astaga maaf, maaf Mass,"kaget, Misy langsung saja menghampiri Mass, dan langsung mengangkat Mass membantunya kembali duduk di tempat nya. " Terima kasih Misy, sudah cukup aku tak apa-apa,"jawab Mass. " Yakin kau sudah tak apa-apa Mass? tak ada yang terasa sakit Mass?"tanya misy khawatir kepada Mass. " Iya tak apa-apa Misy, tak ada yang terasa sakit tenang saja. " Apa yang akan kau lakukan Mass? kau akan menghampiri kami tadi kan? kau akan mencoba berjalan Mass?"bawel Misy bertanya. " Tidak Misy, tadi aku hanya merasa pegal aku tak melakukan apa-apa hanya terus saja duduk, aku berfikir untuk sedikit meluruskan kaki ku di lantai tadi tapi kau dengan keras memanggil ku, sampai aku kaget dan jadi terjatuh tadi,"Mass menjawab. " Jika kau berbohong dengan jawaban mu barusan aku akan menghajar mu Mass, kau tidak tahu kan jika aku diam-diam sudah belajar sedikit cara bela diri dengan Shu. Kau tak tahu kan Mass, baiklah karena kau sudah membohongi ku, akan aku tunjukan jurus yang sudah aku pelajari dari Shu, bersiap lah. Hiat, jurus tusukan tak tertahankan,"Misy dengan nada bergurau langsung saja, berpura-pura mengeluarkan sebuah jurus yang menggunakan jari-jari nya untuk menggelitikki Mass saat itu. " Ahahaha Misy, cukup Misy, cukup. Baik ampun Misy, aku tak akan membohongi mu lagi. Maaf Misy hentikan,"sedikit berteriak geli Mass berkata seperti itu kepada Misy yang terus saja menggelitikki Mass saat itu. " Baik lah, aku hentikan. Lalu sekarang ayo ceritakan apa yang akan kau lakukan tadi Mass?"tanya Misy. " Iya Misy, baik aku jujur. Ya tadi aku memang sempat ingin menghampiri kalian karena aku penasaran dengan apa yang kalian temukan disana Misy, apa kalian bisa menemukan apa yang kalian cari atau tidak, kalian sudah terlalu lama pergi, jadi aku pikir aku akan menghampiri kalian saja Misy. Tapi tidak dengan berjalan Misy tenang saja, aku tadi berfikir untuk merangkak saja, karena aku sadar belum kuat untuk berjalan, tadi saja aku malah akan jatuh untuk berdiri apa lagi jika aku berjalan,"ujar Mass yang jujur saja dengan apa yang akan di lakukan Mass, tak ingin Misy kembali menggelitikki Mass lagi. " Baiklah Mass kau tak usah seperti itu Mass, kau harus tenang karena kami tadi memang sedikit kesulitan untuk mencari dimana ponsel Nina. Tapi aku heran kenapa kau bisa begitu penasaran sampai seperti itu Mass, kau penasaran dengan apa yang kami cari atau penasaran dengan ku Mass?"dengan nada bergurau Misy berbicara seperti itu kepada Mass. " Ah apa? em tidak juga Misy aku memang penasaran dengan sesuatu yang kalian cari Misy, apa sudah bisa kalian temukan atau tidak, itu saja Misy,"dengan wajah yang sedikit memerah, dan mengalihkan pandangan nya Mass menjawab seperti itu. " Oh ya apa kau yakin Mass?"dengan nada yang menggoda Mass, Misy bertanya seperti itu, sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Mass. Mass pun tak dapat memikirkan apa-apa lagi, dengan perlahan Misy terus saja mendekatkan mulut Misy, tanpa berfikir lagi Mass juga perlahan mendekatkan mulutnya ke Misy, sampai ketika kami akan berciuman tiba-tiba. " Mass, Misy sepertinya kita dalam bahaya,"dengan suara lantang Shu bicara seperti itu. Maka kami pun langsung saja mengalihkan sifat kami karena takut jika Shu melihat jika kami akan berciuman saat itu. " O, oh ya guru maaf kami tadi," " Dalam bahaya? aku mengerti guru, kita pergi sekarang juga,"Mass langsung bicara, seperti itu, sambil memotong pembicaraan Misy yang terbata-bata karena malu dengan Shu yang mengagetkan Misy saat berciuman dengan Mass. " Ya cepatlah bersiap aku akan membantu Nina,"jawab Shu. " Mass?" dengan wajah bingung Misy bicara. " Nanti aku akan menjelaskan nya padamu, sekarang kita tak punya banyak waktu, ayo bereskan terlebih dahulu pakaian mu, dan semua hal yang kau butuhkan Misy, dengan cepat. Sementara kebutuhan ku tak perlu aku benahi karena masih ada di tas ku kan Misy?"ujar Mass, dan bertanya seperti itu. " Ya, ya Mass baik. Untuk barang-barang mu ya, aku hanya perlu mengambilkan tas mu, semua barang-barang mu sebagian besar masih dalam tas tersebut Mass,"masih dengan wajah yang lesu, kebingungan Misy menjawab. " Misy, jangan melamun, kau percaya padaku kan, jangan takut aku, dan Shu akan selalu ada di samping mu Misy. Kau bisa percaya itu Misy?"tegas Mass bicara seperti itu. memegang bahu Misy, Mass langsung saja mencium bibir Misy, yang saat itu hanya diam seribu bahasa. " Apa yang kalian tunggu? kenapa masih berdiam diri?"tanya Mass dengan suara lantang. " Misy cepatlah, bereskan barang-barang mu. Dan maaf tolong ambilkan barang ku,"ujar Mass saat itu. Misy tanpa bicara sepatah kata pun langsung pergi, menyiapkan barang-barang nya. " Nina, diam disini bersama Mass, aku akan membantu Misy,"ujar Shu yang saat itu langsung menyusul Misy. Beberapa saat kemudian, Misy, dan Shu datang dengan tas yang mereka bawa, bersama tas ku yang saat itu Shu bawa. " Baik ayo kita pergi, cepat dari sini, ini sudah malam kita tak punya banyak waktu sebelum bahaya yang kita pikirkan datang,"tegas Shu bicara. " Iya guru, ini kunci mobilku, ayo pergi,"jawab Misy. Saat itu kami semua langsung menuju mobil Misy, karena mobil Mass yang saat itu masih di tempat penjahat anak buah Soe membawa barang hari itu, tentu saja mobil Misy yang menjadi kendaraan kami hari ini. Dengan di bantu Misy, Shu, dan Nina tentunya, Mass langsung masuk ke mobil Misy. " Guru kemana kita akan pergi searang?""tanya Mass. " Ke tempat dimana saat aku terusir dari perguruan, yang utama kita akan pergi ke tempat yang sangat aman untuk kita semua Mass. Tempat terbaik untuk kita saat ini,"dengan tegas Shu bicara seperti itu kepada kami. Dengan cepat fokus Shu menjalankan kendaraan yang saat itu dia kendarai ke tempat tersebut. Tempat yang Shu katakan adalah tempat terbaik untuk kami saat ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN