Max dan Stephan sampai di depan hutan kampus, nuansa malam hari semakin mencekam ditambah dengan suara burung hantu yang terdengar menambah kesan menyeramkan. Stephan memarkirkan mobil nya tidak jauh dari daerah lokasi.
"kau yakin akan masuk Max?" seru Stephan dan di hadiahi tatapan bingung dari max.
"Hidup dan mati ku hanya untuk melindungi Cally saja Stephan!" seru max sambil melangkahkan kaki nya melaju duluan meninggalkan Stephan
"Sungguh modifikasi yang begitu hebat!" guman Stephan kagum akan kehebatan yang dimiliki oleh Cally dan dokter gilanya itu.
Stephan jadi teringat dengan Willer, manusia yang Stephan akui memang menjadi robot setia Cally. Robot itu dinyatakan gugur ketika melindungi Cally juga. Bahkan Cally sempat berduka selama beberapa hari, karena dari semua modifikasi yang cally ciptakan, Willer itu begitu sempurna dan Stephan rasa hal itu juga akan sama pada Max.
Stephan menyusul Max yang sudah beberapa langkah di depannya.
"kita akan memasuki gedung itu? Apa kau serius?"ujar Stephan semakin khawatir
Max kembali menatap Stephan malas--" kau pergi saja jika tidak mau ikut dengan ku, aku baru sadar bahwa kau ternyata adalah pria penakut!"
"baiklah, ayo masuk!" seru Stephan mendahului Max
Stephan mulai memasuki gedung berlumut yang begitu menyeramkan, Stephan mulai mengaktifkan GPS nya dan mulai mengikuti kemana lokasi terakhir Cally berada.
***
Sementara di dalam lorong, Calvin masih terus mengikuti Cally. Gadis itu bahkan tidak takut sama sekali. Calvin yakin bahwa ini sudah semakin malam dan terowongan itu semakin membawa mereka pada sebuah aliran yang besar.
"Cally, jangan masuk!" cegah Calvin sambil menahan tangan Cally yang hendak melangkah memasuki sebuah lubang kecil yang ia perkirakan hanya mampu memuat seorang manusia.
"Ada apa?" seru Cally
"kau tidak melihat di atas, ada sebuah kode dan seperti yang pernah aku ingat, kode itu berarti jebakan!" ujar Calvin mengarahkan senter handphone nya ke atas terowongan.
Cally juga ikut menatap, ternyata benar. Di atas ada sebuah lambang garis 3 berjejer dan lambang kepala yang jika dalam kode para agent,itu adalah jebakan berbeda dengan kode yang dipelajari ketika mereka sekolah. Dan hal menjanggal di kepala Cally adalah mengapa Calvin bisa mengetahui kode itu? Karena kode itu adalah khusus untuk para pasukan intelligent saja.
"Tunggu dulu, dari mana kau bisa mengartikan kode itu?" seru Cally
"entah lah,tiba-tiba saja aku bisa mengartikannya!"
"aku merasa kau merahasiakan sesuatu dari ku!" seru Cally
Calvin menatap dalam manik gadis itu, perasaannya selalu saja tidak bisa digambarkan ketika bersama nya--"kau memang ingin mendengar nya?" seru Calvin serius
"katakan lah!"
Calvin menarik tangan Cally dan berjalan pelan sambil menyusuri terowongan yang bahkan tidak tau apakah terowongan itu punya ujung atau tidak--"aku akan menceritakanya sambil terus berjalan!" seru Calvin
"Dulu aku sempat koma selama beberapa bulan ketika aku berada di Firlandia, ayah ku mengatakan bahwa aku mengalami kecelakaan mobil dan mengakibatkan aku koma. Aku sudah menyelidiki nya dan ternyata ayah ku memang berkata yang sebenarnya, karena selama aku koma. Semua biaya ditanggung oleh orang yang menabrak ku dan ketika aku sudah sadar kami masih sempat sidang untuk memutuskan bahwa orang itu dipenjara atau tidak. Lalu aku memilih untuk membebaskannya. Tapi lambat laun, aku mulai merasa bahwa ada yang aneh. Seolah bahwa kecelakaan yang kualami adalah sebuah settingan saja!" ujar Calvin sedikit memberi jeda lalu menatap Cally yang juga menatapnya
"lalu apa yang membuat mu berpikir demikian!" ujar Cally
"Saat itu, aku berada di lingkungan yang baru. Bukan hanya itu saja, aku rasa setelah aku siuman tidak ada seorang pun yang mengenali wajah ku. Aku juga tidak bisa sama-sekali mengingat teman-teman ku dulunya, tapi ayah ku mengatakan bahwa aku dulu adalah orang yang pendiam dan tidak punya teman. Sayang nya alasan itu tidak membuat ku puas. Hal yang menyiksaku setiap malamnya adalah ketika aku tertidur, aku selalu dihantui oleh suara-suara yang terus memanggil nama ku. Persis seperti apa yang kau lihat ketika aku terjatuh ketika berada di bangunan itu, kau ingat?"
"ya, tentu saja!"
"Aku selalu merasakan sakit yang begitu luar biasa, seolah bayang-bayang itu adalah sesuatu bagian yang sengaja ku lupakan dan memaksa untuk ku ingat lagi. Hal yang paling sakit bagi ku adalah ketika mendengar suara seorang gadis sedang menangis dan terus memanggil ku tapi aku sama-sekali tidak tau siapa nama yang gadis itu sebutkan untuk ku."
Cally yang mendengar mulai merasakan sedikit kejanggalan
"Tunggu dulu, kau tidak bisa mengingat bagaimana wajah gadis dalam mimpi mu itu?" seru Cally
"Tidak, karena dalam mimpi ku wajah gadis itu tertutupi oleh sebuah topi berwarna hitam!"
"kalau begitu, lanjutkan dulu!"
"Aku sudah beberapa kali berkonsultasi pasa psikologi pilihan ayah, mereka terus mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Sebenarnya aku sama sekali tidak merasa baik, aku selalu merasa tersiksa setiap malam. Jika aku ingin pergi ke psikolog lain, ayah selalu melarang ku. Dia mengatakan bahwa aku harus berkonsultasi pada psikolog pilihan ayah dan sikap nya yang seperti menjaga ku untuk tidak berhubungan dengan banyak orang. Satu hal yang paling menyakitkan adalah, selama 5 tahun ini, aku sama-sekali merasakan bahwa hati ku ini memang benar-benar terasa hampa. Aku tidak bisa merasakan perasaan suka kepada lawan jenis ku.Dan sejak bertemu--"
Brukk
Cally mengalihkan perhatiannya, begitu juga dengan Calvin yang menghentikan ceritanya.
"aku rasa ada orang!" seru Cally
Cally langsung berlari sementara Calvin hanya menghela nafas "dan sejak bertemu dengan mu, aku mulai bisa merasakan perasaan itu lagi!" sambung Calvin dan itu mungkin tidak akan bisa didengar oleh Cally yang sudah mulai menjauh.
Calvin ikut berlari mengejar Cally namun ketika ia menoleh ke samping, ada sosok bayangan yang langsung menghilang begitu ia menoleh. Calvin mengumpat, sepertinya mereka dijebak dan sekarang Calvin dan Cally sudah terpisah. Calvin baru menyadari bahwa ternyata lorong ini bukan hanya ada mereka berdua dan Calvin memilih untuk mengejar Cally.
Cally berusaha mengikuti kemana arah bayangan itu pergi dan sepertinya itu adalah keputusan yang salah karena Cally baru sadar bahwa ia sudah terpisah dari Calvin. Sosok bayangan muncul dari arah kanan Cally,Gadis itu menyeringai.
Cally langsung berbalik dan dugaannya benar, bayangan itu hanya lah pengecoh saja. Sosok seorang lelaki bertopeng dengan lambang garuda sudah berdiri di belakangnya. Ia mengamati lambang itu lekat.
"kau jeli juga rupanya nona, kalau begitu mari bersenang-senang terlebih dahulu!"
Lelaki itu langsung bergerak menyerang Cally, dengan mudah Cally bisa menghindari dan tidak melakukan serangan balik. Lelaki itu menyerang Cally dengan brutal, Cally mengumpat dalam hati. Lelaki itu seperti nya memiliki ilmu beladiri yang bagus, gerakannya begitu cepat dan kuat.
bruakk
Cally mundur beberapa langkah sambil memegangi bagian perut nya yang terasa perih mendapat pukulan dari lelaki itu--"Kau ini lemah, tapi mengapa harus aku yang turun tangan untuk mengurus mu? Sungguh sia-sia saja!"
Lelaki bertopeng itu mulai menyerang Cally lagi, Cally balas menyerang. Ia harus mengerahkan tenaganya karena sepertinya lelaki itu adalah seorang master.
Cally menghindar ketika lelaki itu berniat untuk menyerang lehernya, Cally bisa mendengar bahwa lelaki itu mengumpat. Baiklah, sepertinya Cally sudah paham bagaimana lelaki itu menyerang. Cally balas menyerang , ia menyerang nya dengan pukulan mematikan. Cally menyerang leher belakang lelaki itu. Pemuda itu berhenti menyerang Cally, ia hanya menatap gadis itu dengan mata yang membola.
"Ba-bagaimana kau tau kelemahan ku?" seru nya sambil memegangi d**a nya
Cally menyeringai lalu kembali menyerang d**a lelaki itu, pukulan mematikan tepat pada ulu hati nya!" -- kau harus tau bahwa aku dikenal dengan the dark angel dan sekarang adalah giliran mu
brakk
Pemuda itu terjatuh, Cally mencabut pisau yang ia tanjapkan di leher lelaki itu. Cally menatap pemuda itu, lalu ia kembali mengedarkan pandangannya. Ia harus mencari Calvin, jika orang yang menyerangnya saja memiliki kekuatan seperti ini. Maka kemungkinan besar, Calvin berada di dalam masalah.
***
Calvin masih berusaha untuk mencari keberadaan Cally. Banyak lorong-lorong yang bercabang dan penuh dengan cairan. Calvin menatap bayangan yang terus mengikutinya sejak tadi
shutt
Calvin berhasil menghindar, ia menatap ke arah belakang. Seorang laki-laki bertopeng dengan lambang garuda berdiri tepat di belakangnya.
"kau cukup jeli juga anak muda dan aku cukup familiar dengan wajah mu!" seru nya
Calvin masih ditempat sambil mencari jalan keluar, ia menghawatirkan Cally juga akan berhadapan dengan lelaki misterius seperti di depannya ini
"ohhh, aku ingat sekarang. Kau yang berhasil kabur dari sini beberapa tahun yang lalu. Benar demikian?"
Calvin tidak menjawab, ia hanya menatap lelaki itu dengan fokus. Ia yakin lelaki itu punya ilmu beladiri yang cukup bagus dan benar saja
Calvin berhasil menghindar dari lelaki itu, gerakannya begitu cepat. Calvin terus menghindar, seolah tubuh nya mendapat sebuah gerakan-gerakan baru yang bahkan belum pernah ia pelajari sebelumnya dalam ingatannya.
"kau lumayan juga ternyata!" seru lelaki bertopeng itu
Calvin terus berusaha menghindar, sambil berusaha untuk menyerang balik. Calvin memberikan tendangan berputar dan tepat mengenai lutut pemuda itu.
Lelaki bertopeng itu jatuh terduduk, ia menyeringai. Sepertinya lawan nya kali ini memang benar-benar sedikit menyenangkan. Ia berdiri, lalu mulai menyerang dengan brutal.
Sebisa mungkin Calvin hanya menghidar, ia berusaha untuk mempelajari bagaimana lelaki itu menyerang. Calvin harus akui bahwa lelaki itu berada di level atas dan tidak mudah untuk di lawan. Saat Calvin terus berfokus mempelajari cara menyerang lelaki itu, ia kecolongan.
Shutt
Calvin memegangi perutnya dan tergores oleh pisau lelaki itu. Calvin merasakan sakit yang amat perih. Melihat darah itu,,Calvin kembali merasakan sebuah bayang-bayang memasuki pikiranya. Darah, boom, semuanya,Calvin semakin memegangi kepalanya yang terasa semakin berat.
Brukk
Calvin terjatuh dengan posisi tertunduk sambil memegangi kepalanya. Suara teriakan, suara tangis, seorang gadis. Calvin mengeram, rasanya sakit sekali.
"Anda sudah menyerah ternyata, kau sama sekali tidak sama seperti ekspetasi ku. Aku kira kita akan bermain sedikit lebih lama mengingat kau pernah berhasil kabur dari tempat ini. Tapi, nyatanya kau sama sekali tidak berdaya. Baiklah, aku hanya memerlukan organ dalam mu. Kepalamu akan ku penggal dan ku jadi kan hiasan jadi tahan sebentar!"
Pemuda bertopeng itu mengambil pedang samurai nya. Calvin berusaha untuk berdiri, tapi sekali ia mencoba. Sakit di kepalanya akan semakin terasa berat, suara gadis itu makin terdengar jelas di telinganya.
Pemuda itu mulai mengayunkan pedang samurainya dan meletakkannya tepat di atas kepala Calvin.
jlebb
Darah segar mengalir deras,suara rintihan begitu terdengar memilukan. Sebuah kepala bersimbah darah terguling tergeletak begitu saja dengan bola mata yang masih terbuka sambil menatap sisa-sisa akhir hayatnya. Badan tanpa kepala itu terus mengalirkan darah yang begitu segar, menguar aroma darah dan bercampur dengan air kotor menambahkan bau anyir yang begitu menusuk di hidung.
"kau tidak apa-apa?"
Calvin membuka kedua matanya mendengar suara itu. Ia lalu menoleh dan mendapati Cally berdiri di depannya dengan memegang samurai. Calvin mengedarkan pandanganya, ia menatap badan yang sudah terpisah dengan kepala itu dengan wajah pucat pasi. Keringat di wajah Calvin semakin bertambah.
"hey!"
Calvin mengalihkan perhatiannya, ia menatap wajah Cally yang menatapnya sendu. Ia menerima uluran tangan gadis itu. Tanpa aba-aba Calvin langsung memeluk Cally erat sambil mengeluarkan air mata nya--"A-aku t-tidak tau harus berkata apa!" seru Calvin sambil terus menangis di pelukan Cally
Cally merasakan debaran di d**a nya ketika Calvin memeluknya. Mengapa ia tidak bisa menolak pelukan lelaki itu? Cally menggerakkan tangannnya berusaha untuk menggapai pinggang lelaki itu, dengan keringat yang membanjiri kening Cally , ia berhasil mendaratkan tangannya yang terasa nyaman begitu memeluk Calvin. Lalu mengusap punggung lelaki itu dan membiarkan nya menangis.
Air mata Calvin bertambah mengalir dengan deras begitu merasakan bahwa gadis itu membalas pelukannya dan mengelus punggung nya.
"A-aku mendapati bayang-bayang lagi, itu sebab nya aku tidak berdaya melawan lelaki itu!" isak Calvin
"stttt, tenangkan dulu pikiran mu! Yang terpenting kau masih bisa selamat sekarang!" seru Cally sambil melepaskan pelukan mereka, Calvin langsung merasakan kehilangan saat Cally melepas pelukannya. Ia pikir gadis itu akan pergi lagi, tapi gadis itu menatap nya dalam sambil memegang wajah nya.
"kau harus kuat!" seru Cally sambil menghapus air mata lelaki itu.
Calvin tersenyum dan tertegun dalam waktu yang bersamaan, ia baru sadar bahwa suara Cally hampir sama dengan suara gadis di dalam mimpinya,ia kembali memeluk Cally erat--"biarkan seperti ini Cally!"
Cally kaku, kata-kata itu adalah kata-kata yang dulu Ender ucapkan ketika mereka sedang dalam misi. Tapi itiu dulu dan rasanya hampir sama,batin Cally. Ia menghela nafas nya, lalu kembali membalas pelukan Calvin.
Brukkkk
Calvin dan Cally melepas pelukan mereka, lalu memasang kuda-kuda siaga. Kedua orang yang terjatuh di hadapan mereka merintih kesakitan.
"Kau sialan Max punggung ku hampir saja patah b*****h!" kesal Stephan sambil mendorong tubuh max yang menimpanya
Max berguling ke samping, Sementara Stephan berusaha untuk berdiri. Tapi tiba-tiba ia terpeleset dan menimpah sesuatu yang sepertinya hidup
Stephan meraba dan mulai menghidupkan senter nya, ia menyorot sesuatu yang berambut dan mirip kepala manusia yang berada di depannya--"kepala?" seru Stephan
Stephan meneguk air liur nya dengan susah payah, lalu ia menoleh dan mendapati sebuah tubuh yang sudah terpisah dari tubuhnya. Stephan berulang-ulang menatap kedua benda yang berada di tangannya dan seolah tersadar
"aaaaaaaaaaaaa, kepala!" teriak Stephan melempar kan nya menjauh dari nya dan langsung melompat ke dalam pelukan Max yang sama-sekali tidak menunjukkan raut seperti Stephan,malah Max terkesan biasa saja.
"aaaaa, itu menjijikkan, tolong aku!" teriak Max masih menutup wajah nya di d**a Max
"aku tidak percaya punya patner seburuk kalian!"
Max dan Stephan mengalihkan perhatian mereka, lalu--