Pohon Tumbang

1944 Kata

Kinan masih mengelak dengan tidak menjawab pertanyaan Gadi. Dirinya malu karena sedari tadi membicaran Gadi dengan Elizabeth. Gadi kembali mendekati Kinan, ia masih penasaran dengan apa yang barusan diucapkan oleh Kinan. Namun, Kinan justru menghinda,r. Gadis itu masih malu jika mengingat kejadian tadi bahkan bayangan bibir Gadi masih terngiang di ingatannya. Kinan pun mendekati Hilda, kemudian ia duduk disampingnya. Kedua tangannya ia arahkan ke arah api unggun untuk menghilangkan hawa dingin yang menyerang tubuhnya. Sementara Gadi yang masih penasaran dengan Kinan. Ia pun mendekati gadis itu dan mencoba duduk disampingnya. Gadi terdiam agar tidak menimbulkan pertanyaan bagi yang lain. “Duh kenapa dia malah duduk di sampingku,” batin Kinan mengeluh. “Sukma jangan cemburu ya kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN