Hylda menatap iba Kinan. Dia merasa sedikit bersalah karena memaksa Kinan untuk menceritakan segalanya. "Ah, maafkan aku, baiklah jika dokter tidak mau menceritakannya tidak mengapa." Hylda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dengan cepat Kinan menggelengkan kepalanya menolak, "Ti-tidak, bukan itu maksudku. Sungguh, aku tidak apa-apa. Kamu juga sama sepertiku bukan? Kehilangan rekan-rekanmu dalam kecelakaan ini," tutur Kinan. Hylda terdiam cukup lama, benar yang dikatakan oleh Kinan. Ia pun juga kehilangan teman-temannya. Namun, untuk sesaat dia melupakannya. Bukan, bukan karena Hylda tidak peduli, tetapi kepalanya disibukkan dengan Gadi. Akhir-akhir ini Gadi selalu menghantui pikirannya. Mungkin akibat dari rasa sukanya pada Gadi. Keduanya langsung terdiam tidak melanjutkan atau

