“Kau pikir bisa menyembunyikan kebusukanmu, Nadine?" Nessa melanjutkan ucapannya dengan tangan bersilang di d**a. “Selama kau masih berada dalam lingkup keluarga Pratama, tidak ada secuil rahasia pun yang bisa kau sembunyikan dari kami." Wanita itu berucap penuh penekanan. "Anggap saja yang menimpamu sekarang ini adalah karmamu di masa lalu. Kau pernah membuang janin yang tak berdosa, dan sekarang justru rahimmu yang dibuang.” Ucapan Nessa terdengar tajam hingga menusuk tepat di ulu hati. Nadine tampak menggeleng ingin membantah, tetapi lidahnya kelu. Dia ingin mengatakan jika kejadian yang sebenarnya tidaklah seperti itu. Air matanya menggenang, bukan karena ketakutan, tetapi karena kebenaran menyakitkan yang baru saja dilontarkan Nessa. “Alden mencintaimu, Nadine,” suara Nessa melembu

