Ratu Datang Ke Rumah

1246 Kata
Menginjakkan kaki di rumah besar itu. Hanya membuat Keysha merasa sedih. Di sana, ia hanya tinggal sendiri. Menatap langit rumah yang begitu mewah dengan ornamen modern yang mengagumkan. Ia tak bisa berhenti memang untuk mengagumi semua itu. Rumah besar pemberian mertuanya benar-benar indah dan mengagumkan. “Sayang ya, aku cuma menantu palsu. Ahhh statusku yang sekarang, kayak di film-film aja!” ucap Keysha merenung. Ia kemudian melanjutkan langkahnya masuk ke dalam dapur. Niat hati ingin membuat minuman coklat hangat. Tapi, yang dicari tidak ketemu. “Kenapa dapur ini ada banyak laci kosong sih. Dah gitu nggak ada s**u lagi.” Keysha kembali mencari. Hingga tanpa sadar menjatuhkan mangkok kristal yang ada di dekat meja dapur. Suaranya membahana ke seluruh penjuru. Hingga seorang asisten rumah datang menghampiri Keysha. “Lho, Nyonya kenapa ada di sini? Saya cari Nyonya dari tadi,” ucapnya memberi tahu. “Ah, maafkan saya. Biar saya saja yang bereskan semua ini.” Keysha berusaha memunguti pecahan mangkok itu. Tanpa sadar tangannya terluka. “Aduh Nyonya. Jangan! Biar saya yang bereskan.” Keysha memandangi ujung jarinya yang sedikit berdarah. “Pasti sakit ya Nyonya. Biar saya ambilkan obat dulu.” “Nggak perlu. Cuma luka kecil. Ngomong-ngomong, Anda siapa?” Sosok di depan Keysha itu berwajah keibuan. Kedua matanya teduh dengan senyum yang terlihat tulus. Rasanya Keysha seperti melihat ibunya sendiri. “Aduh … Nyonya sopan sekali. Saya asisten di sini, sekaligus yang merawat Tuan Rasha sejak kecil. Panggil saja saya Bibi Ina. Terus itu anak saya,” terang Bibi ina sambil menunjuk Bella, putri tunggalnya yang baru saja masuk ke dapur. Bella melempar senyumnya. Tampaknya Bella seumuran dengan Keysha, ia terlihat begitu manis, ada lesung pipi yang muncul saat gadis itu tersenyum. “Malam Nyonya Keysha. Saya Bella, saya akan jadi asisten pribadi Nyonya mulai hari ini.” “Iya Nyonya, jadi Bella akan membantu Nyonya kalau membutuhkan sesuatu," tambah bibi Ina. “Kalau gitu, aku pengen coklat hangat. Kalau udah jadi, antar ke kamar ya. Aku mau langsung ke kamar aja dulu,” terang Keysha. “Tapi Nyonya. Tuan Rasha menyuruh saya mencari Nyonya untuk makan malam di meja. Semuanya sudah siap”’ Keysha tampak berpikir sejenak. Padahal dirinya sudah tidak mau bertemu pria itu lagi untuk malam ini. Apalagi harus satu meja seperti sarapan tadi. Lagipula, sekarang sudah tidak ada siapa-siapa. Kedua orang tua masing-masing juga sudah pergi. Untuk apa makan malam bersama. Apa hal seperti itu dibutuhkan. Apa hal itu ada di surat perjanjian. "Dimana ruang makannya?" tanya Keysha. "Silahkan, biar saya yang tunjukkan," ucap Bella. "Baiklah." Keysha mengikuti kemana Bella pergi. ** Meja makan rasanya hening sekali. Seperti tidak berpenghuni, bahkan tabrakan sendok dan piring pun tidak mampu menghasilkan suara. Keysha hampir tersedak. Sudah tiga puluh menit kebersamaan di meja makan. Namun, Rasha sama sekali tidak mengajaknya bicara. 'Harusnya aku tadi nggak usah datang ke meja makan,' batin Keysha. Ia pun segera menghabiskan suapan terakhir dari piring. Beruntung ia mengambil sedikit nasi dan sayur. Tidak seperti biasanya yang selalu banyak makan saat bersama keluarganya sendiri. "Permisi Tuan!" panggil Bi Ina. Ia datang sedikit terburu-buru. Terlihat wajahnya resah tanpa alasan. "Ada apa Bi?" tanya Rasha, ia akhirnya mengeluarkan suaranya. "Ada tamu." Bi Ina mengatakannya dengan takut. Wajahnya menunduk seakan tak mau banyak bicara. Dari arah pintu, terdengar Bella. Gadis yang diperuntukkan untuk menjadi asisten pribadi Keysha itu, ternyata sedang mencegah seseorang untuk masuk. "Nona harusnya menunggu dulu. Ibu saya sedang memanggil Tuan Rasha." Bella mengatakannya cukup keras hingga Keysha bisa mendengarnya. Sosok yang dipanggil nona itu akhirnya sampai di ruang makan. Ia berdiri tegak memandang Rasha dengan wajah berbinar-binar. Ia dengan tubuh yang bisa dibilang sempurna. Mulai berjalan mendekat ke arah Rasha. Langkahnya begitu cepat, hingga Rasha terpaksa membiarkan gadis itu melakukan sesukanya. Tanpa bisa mengantisipasi pergerakan yang menurut Keysha cukup liar. "Aku kangen sama kamu Rasha." Tamu tidak diundang itu mengalungkan pelukan pada suami Keysha. Ia mencengkram begitu kuat. Rasanya mungkin Rasha tidak bisa bernapas. "Hey, aku bisa tersedak." Rasha segera melepas tangan gadis itu, tangan yang melingkar di lehernya. “Rasha sakit!!!!! Kenapa kamu jadi kasar?” gadis itu mengerutkan kedua alisnya. Ia menunjukkan rasa tidak suka sambil menatap tajam ke arah Rasha. Keysha masih diam di tempat duduknya. Ia berusaha berwajah datar, tak peduli, tidak ingin cari tahu dan terserah pada Rasha jika dia mau melakukan apapun. Pada dasarnya dirinya pada suami barunya itu, tidak ada rasa cinta sama sekali. Tapi, jujur kesal rasanya melihat wanita yang lebih mirip wanita pasaran di sinetron yang suka pada pria beristri. “Rasha, are you oke?” gadis itu bertanya dengan begitu menggoda. Suaranya merdu bagai dawai yang digesek oleh pemain profesional. Tampaknya ia begitu lihai memainkan perannya untuk menggoda pria. Rasha kemudian mengelap bekas makanan yang baru masuk ke mulut. Dengan cara yang begitu santai dan dingin. Tanpa senyum, tanpa kedip dan tanpa peduli dengan sekeliling. ia pun menggeser kursinya. Berjalan menuju Keysha kemudian memberikan tangannya. Tersenyum tepat ke arah Keysha. Dalam sepersekian detik Keysha dibuat bingung. ‘A- apa yang dia mau lakukan?’ batin Keysha. ia pun bergegas menatap balik Rasha dengan penuh tanda tanya. Rasha menatap tajam. “Berikan tangan kamu. Aku pengen kita gandengan bareng ke kamar.” “Hah! Apa! Gandengan! Yang bener aja?” Keysha terkejut sekali. Ia tanpa sadar mengatakan kata-kata yang membuat tamu wanita Rasha mendadak curiga. “Jadi, dia istri kamu, Rasha?” “Iya Ratu, dia istriku sekarang. Jadi, lebih baik kita akhiri saja hubungan ini. Aku sudah memiliki seorang gadis yang sudah pasti halal untuk aku sentuh.” Rasha mengatakannya dengan begitu tegas. Tak ada keraguan atau bimbang. Dalam sedetik sorot matanya sudah berubah arah. Ia tunjukkan sisi kepiawaiannya dalam menyakiti hati wanita. “Nggak Rasha.” Ratu berjalan mendekat. Ia langsung membanting tangan Rasha yang mencoba mengajak Keysha untuk jalan bergandengan. “Bohong, kalau kamu setia sama istri model gini.” Sontak Keysha melotot. Ia langsung memperhatikan Ratu dengan begitu teliti tanpa kehilangan satu inci pun. “Ngapain kamu lihat-lihat. Kamu belum tahu kan siapa aku. Namaku Ratu, Ratu Angelis. Seorang mahasiswi cantik, populer dan yang paling bisa pacaran paling lama sama Rasha.” Dengan sombong Ratu menjelaskan siapa dirinya. Ia mengangkat dagunya, menunjukkan aura kecantikan yang menurutnya tidak dimiliki Keysha. “Ayo Sayang! Kita baik ke kamar.” Rasha dengan manis mengajak sang istri berjalan bersama. Mengiringi tiap langkah hingga membuat jantung Ratu berdegup kencang menahan emosi. ‘Kurang ajar,’ batin Ratu. Wanita cantik itu sontak menarik bahu Keysha. Membantingnya cukup keras, hingga Keysha tersungkur jatuh. Tampak jelas matanya menatap tak suka. “Woyyy!” teriak Keysha sambil bangun dengan cepat. Ia tak terima dengan perlakuan dari Ratu. Benar-benar tak terima dan tak bisa lagi jika tidak marah. “Kamu nggak laku ya. Ngapain ke sini ganggu rumah tangga orang.” “A- apa kamu bilang! Bocah ingusan bahas masalah rumah tangga.” Ratu mendelik. Ia tak mengira bocah perempuan yang ada di dekat Rasha berani berucap demikian. Tak mau ambil pusing, karena harus menahan diri untuk tidak mengeluarkan emosi. Keysha pun menarik baju bagian atas yang begitu terlihat terbuka. Ditarik hingga terlihat baju bagian dalam. ‘Dari dulu aku selalu menahan diri untuk nggak terlibat kekerasan di sekolah. Sekarang, aku justru bisa melakukannya. Ternyata tanganku cukup terlatih,’ batin Keysha sambil tetap menyerang dengan bahagia. Sekarang, robek sudah baju yang begitu tipis yang digunakan Ratu. “Apa! Rasha, gimana bisa kamu punya istri bar-bar gini?” tanya Ratu. Ia mencoba membenarkan bajunya yang sudah terlanjur sobek. Keysha tersenyum menatap Ratu. ‘Aku siap kalau kamu mau lagi,’ pikirnya. “Lebih baik kamu pulang sekarang. Aku akan suruh salah satu pembantu agar membawakan jaket untukmu.” Rasha pun berlalu bersama keysha. Dipeluk mesra bahu sang istri dari belakang. ‘Aku cuma mau putus sama kamu. Kelamaan sama kamu bikin aku tambah munyeng,’ batin Rasha meninggalkan Ratu sendirian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN