*** "Naren? Tumben banget dia telepon jam segini." Mendapati nama Naren terpampang di layar ponsel, Gianna tersenyum sebelum kemudian menjawab telepon dari calon suaminya tersebut. Tak pergi ke mana-mana, pagi ini—sekitar pukul sepuluh, Gianna masih berada di ruang kerjanya untuk mengurus beberapa berkas. Belum sibuk, pekerjaannya masih cukup ringan karena pertemuan dengan klien dilakukan siang nanti sekitar pukul dua siang. "Halo, Naren." "Halo, Gianna," sapa Naren dari telepon. "Kamu lagi sibuk enggak? Kalau luang, ada yang mau aku bicarain sama kamu." "Aku enggak terlalu sibuk sih, Naren. Lagi cek beberapa berkas aja. Kamu mau bicarain apa emang?" tanya Gianna sambil menyandarkan punggungnya pada kursi kerja. "Apa berkaitan sama pernikahan kita?" "Lebih tepatnya berkaitan sama hu

