Bagian 145

1702 Kata

*** "Bun, boleh enggak aku ngomong sesuatu?" Setelah sebelumnya sibuk dengan pikiran sendiri, Sienna buka suara—membuat Arunima yang duduk persis di sampingnya, menoleh. Sudah tidak di rumah sakit, saat ini Sienna dan Arunima sedang di perjalanan pulang ke apartemen. Tidak berdua saja, di mobil ada pula sopir yang membersamai Arunima semalam, sehingga tidak di jok depan, Sienna juga sang bunda duduk di jok belakang. "Mau ngomong apa memangnya?" tanya Arunima, sambil terus menopang kepala Sienna yang sejak tadi bersandar di bahunya. "Tumben bilang dulu. Biasanya langsung aja." "Ini hal penting, Bun. Jadi aku harus bilang dulu," kata Sienna. "Tentang apa?" "Mas Sadam," ucap Sienna, sambil mengingat lagi obrolannya dengan Sadam beberapa waktu lalu. "Tadi kan pas Bunda habis dari kantin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN