Bagian 162

2063 Kata

*** Setelah dua puluh menit di perjalanan, Sienna akhirnya sampai di apartemen. Hanya disambut Anggika dan Luthfi, dia bertanya-tanya tentang keberadaan sang Bunda yang katanya ada di kamar untuk menjawab telepon. Melepas rindu dulu dengan sang sahabat lama, Luthfi, Sienna bergegas menuju kamar. Tidak langsung masuk, dia mendaratkan dulu ketukan lalu memanggil Arunima. "Bunda ...." Tidak menunggu terlalu lama, selang beberapa detik panggilan Sienna disahuti. "Ya, Sayang? Sebentar." Kurang dari sepuluh detik, pintu kamar terbuka—menampilkan Arunima dengan senyumannya yang lebar. "Eh, anak cantiknya Bunda udah sampai," ucapnya sambil mengulurkan telapak tangan, yang kemudian dicium oleh sang putri. "Macet enggak jalanannya? Cepat banget." "Enggak terlalu, Bun," ucap Sienna. "Oh ya, M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN