Bagian 183

1739 Kata

*** Pukul setengah satu siang, Galanio sudah sampai di Tangerang—tepatnya di depan komplek perumahan tempat Gilang tinggal. Tidak bisa langsung masuk, selama beberapa menit Galanio tertahan, karena katanya sebagai tamu, satpam harus mendapat konfirmasi dulu dari Gilang sebelum kemudian mengizinkan Galanio memasuki lingkungan perumahan. "Gimana, Pak? Bisa dihubungin enggak Mas Gilangnya?" tanya Galanio, setelah satpam yang beberapa menit lalu kembali ke post untuk menghubungi Gilang, berjalan ke arahnya. "Bisa," jawab satpam tersebut. "Cuman katanya Pak Gilang enggak ngerasa ngundang tamu atas nama Galanio." "Pak, yang serius dong," ucap Galanio. Dia yang semula bersandar pada mobil, seketika berdiri tegap. "Gilang calon kakak ipar saya bukan yang Bapak hubungi? Awas salah orang." "Say

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN