Bagian 215

2591 Kata

*** Pukul lima sore, Galanio, Sienna dan Arunima meninggalkan apartemen. Bukan untuk berjalan-jalan, ketiganya kini akan kembali ke kediaman Almarhum Danendra. Jika boleh jujur, Galanio sebenarnya belum sanggup untuk kembali ke rumah sang Opa. Namun, karena ada yang ingin dibicarakan oleh para orang tua, mau tidak mau dia pergi ke sana—tentunya sambil dikuatkan oleh Sienna. "Beneran kamu mau nyetir, Gal?" tanya Sienna, setibanya di mobil yang terparkir di basemen. "Aku dulu ajalah. Kamu pasti belum fokus." "Aku bisa, Na," jawab Galanio. "Aman." "Awas aja aman-aman, nanti nabrak," ucap Arunima. "Sienna aja udah, Gal. Kamu istirahat dulu di kursi penumpang. Toh, belum sehari juga, kan, kamu berhenti nyetir?" "Aku enggak mau ngerepotin Sienna terus, Bun," ucap Galanio. "Seharian ini dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN